Tak Punya Orang Tua, Fikri Bertahan Hidup dari Jualan Makroni. Bantu Fikri Berjuang!

Tak Punya Orang Tua, Fikri Bertahan Hidup dari Jualan Makroni. Bantu Fikri Berjuang!

Rp 265.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
6 Donatur
29 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 18 June 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Aksi Indonesia Dermawan (Penderma.id)

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

17 June 2026

Yatim Sejak Kecil, Fikri Jualan Makroni Demi Rawat Nenek yang Sakit Di usia 12 tahun, saat anak-anak lain pulang sekolah lalu bermain bersama teman-temannya, Fikri justru harus memikul tanggung jawab besar yang tak seharusnya ditanggung seorang anak seusianya. Fikri adalah anak yatim. Ayahnya meninggal dunia saat ia baru berusia 3 tahun. Sementara sang ibu telah pergi bekerja ke luar negeri sejak 10 tahun lalu tanpa kabar dan tanpa pernah mengirimkan nafkah. Kini, Fikri hanya hidup berdua dengan neneknya, Nenek Aisah (72 tahun), di rumah sederhana. Nenek Aisah yang dahulu masih berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup kini hanya bisa terbaring di tempat tidur. Penyakit persendian yang dideritanya membuat ia kesulitan berjalan dan tak lagi mampu bekerja. Sejak 4 tahun lalu, Fikri berjualan makroni sepulang sekolah. Satu bungkus makroni dijual seharga Rp500 dengan keuntungan yang ia terima hanya Rp200 per bungkus karena sistem setoran. Jika seluruh dagangannya habis terjual, Fikri bisa membawa pulang sekitar Rp20.000 untuk kebutuhan makan sehari-hari. Namun penghasilan itu jauh dari cukup. Bahkan pernah suatu hari, saat tidak ada beras di rumah, Fikri berniat membeli beras menggunakan uang hasil jualannya. Sayangnya, uang yang ia miliki masih kurang sehingga ia harus pulang dengan tangan kosong. Perjuangan Fikri tak selalu berjalan mulus. Ia juga pernah mengalami kerugian setelah dipalak oleh orang yang lebih dewasa hingga kehilangan hasil jualannya sekitar Rp20.000. Meski begitu, Fikri tetap berusaha tegar demi nenek yang sangat ia sayangi. Saat ini mereka juga terlilit utang sebesar Rp3,7 juta yang digunakan untuk biaya pengobatan Nenek Aisah. Di tengah segala keterbatasan, Fikri masih menyimpan mimpi sederhana. Ia bercita-cita menjadi pemain futsal dan berharap suatu hari bisa memiliki sepatu futsal sendiri. Sahabat baik, bantuan yang Anda berikan akan sangat berarti bagi Fikri. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu melunasi utang pengobatan, memenuhi kebutuhan sekolah Fikri, membeli kebutuhan pangan sehari-hari, serta membantu biaya pengobatan Nenek Aisah agar dapat kembali sehat. Mari ringankan perjuangan Fikri. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan menjadi harapan besar bagi seorang anak yatim yang sedang berjuang menjaga satu-satunya keluarga yang ia miliki.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Ata

18 June 2026 - 00:12
Rp 50.000
Amin
Semoga Allah berikan nikmat rejeki yang halal dan berkah,nikmat iman, nikmat sehat serta dimudahkan segala urusannya Rizky dan nenek Aisah
JADI#SirkelBaik