TEMAN-TEMAN SERING MENGEJEK KARENA TIDAK PUNYA KAKI, Sahroni (13) tetap semangat mengaji.

TEMAN-TEMAN SERING MENGEJEK KARENA TIDAK PUNYA KAKI, Sahroni (13) tetap semangat mengaji.

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
30 hari lagi
DONASI SEKARANG
Terakhir diperbarui pada 20 April 2026 12:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Lentera Saling Berbagi Kebaikan

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

20 April 2026

*Tanpa Kedua Kaki, Sahroni Berkarya Dengan Tangan*


"Bu kenapa aku nggak punya kaki? Teman-teman aku punya kaki semua, sedangkan aku tidak punya..."


Muhamad Syahroeni (13 tahun) terlahir dengan kondisi istimewa tak memiliki kedua kaki, namun keterbatasannya tidak membuat semangat Sahroni luntur. Ia berjalan pelan-pelan dengan dorongan tangan mungilnya.

Sahroni juga anak ceria dan aktif untuk bermain bola bersama teman-temannya. Rajin belajar dan mengaji untuk mengejar cita-citanya walaupun dirinya sadar memiliki keterbatasan.

"Kadang teman-teman suka mengejek karena aku nggak punya kaki. Tapi mamah selalu bilang aku harus kuat dan semangat..." ~Cerita Sahroni

Sekarang Sahroni ingin sekolah dan meraih cita-citanya agar bisa menjadi kebanggaan kedua orang tuanya.


Cita-cita Sahroni yang begitu mulia membuat hati Bu Samsiah (51 tahun) benar-benar bangga. Karena ditengah keterbatasan yang dimilikinya Sahroni memiliki cita-cita yang begitu tinggi.


Tapi disisi lain membuat kedua orang tua Sahroni harus berpikir keras. Karena Pak Junaedi (64 tahun) ayahnya Sahroni yang berprofesi sebagai kuli bangunan sampai hari ini belum mendapatkan lagi pekerjaan.

"Saya bingung Pak, sampai hari ini belum mendapatkan lagi pekerjaan. Takut mematahkan semangat Sahroni..."~Ungkap Pak Junaedi ayahnya Sahroni dengan tertunduk lesu

*"Kadang kerja seminggu liburnya 2 bulan..."~Lanjutnya


Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, Bu Samsiah berusaha menjadi kuli serabutan disawah. Namun musim kemarau seperti sekarang tidak ada yang menyuruhnya keladang. Sehingga untuk makan pun kami kesusahan.


Didalam setiap doanya, Pak Junaedi dan Bu Samsiah ingin sekali memiliki modal usaha yang layak agar bisa mewujudkan cita-cita Sahroni.


Sahabat kebaikan, Sahroni kini sedang berjuang meraih cita-citanya. Doa-doa kebaikan pun terus dilangitkan oleh kedua orang tuanya. Kita bisa menemani Sahroni dengan menyisihkan sebagian rezeki yang kita miliki agar kedua orang tua Sahroni memiliki usaha yang layak. Sehingga bisa memenuhi semua kebutuhan Sahroni dan mewujudkan cita-citanya.


1. Klik "DONASI SEKARANG"

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran

4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

5. Dapatkan laporan melalui email

 

Tak hanya berdonasi secara materi, #sahabatsapajuga bisa membagikan halaman galang dana ini agar lebih banyak lagi tangan-tangan malaikat mengiringi perjuangan mereka.

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik