TEMPAT WUDHU AMBRUK, USTADZ NANA SAKIT PARAH TETAP BERJUANG DEMI MASJID

TEMPAT WUDHU AMBRUK, USTADZ NANA SAKIT PARAH TETAP BERJUANG DEMI MASJID

Rp 180.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
5 Donatur
21 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 08 July 2026 00:00 WIB

Penggalang Dana

explorebumibaik

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

24 June 2026

Miris! Tempat Wudhu Ambruk, Ustadz Nana Tak Berdaya


Tempat wudhu yang biasanya ramai dipakai jamaah kini ambruk dan nyaris roboh seluruhnya. Dindingnya retak, atapnya lapuk, dan sebagian kayu penyangganya sudah tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang beberapa waktu lalu.




“Waktu itu hujan lebat, Kang... tiba-tiba ada suara bruk! Pas saya lihat, ternyata tempat wudhunya sudah ambruk,”Ucap Ustadz Nana 


Warga kini terpaksa berwudhu dengan air yang ditampung di ember, karena saluran air sudah tidak berfungsi lagi. Meski begitu, semangat jamaah untuk beribadah tak pernah surut. Mereka tetap datang ke masjid, karena Masjid Al-Jihad adalah satu-satunya tempat ibadah di lingkungan mereka.


Namun di balik masjid sederhana ini, ada satu sosok yang selama ini tanpa pamrih merawat dan menghidupkan kegiatan keagamaan di sana beliau adalah Ustadz Nana.


Ustadz Nana, Marbot Sekaligus Guru Ngaji yang Setia Merawat Masjid sehari-harinya, Ustadz Nana  (44 tahun) menjadi marbot dan guru ngaji di Masjid Al-Jihad. Beliau yang membuka dan menutup masjid, mengumandangkan azan, membersihkan karpet, dan memastikan setiap kegiatan berjalan lancar.



Meski hidup dalam kesederhanaan, Ustadz Nana tak pernah mengeluh. Justru dari masjid inilah beliau mendedikasikan hidupnya untuk umat.


Dulu, beliau dikenal sebagai sosok dermawan yang tak segan berbagi tenaga, harta, dan ilmu. Ia adalah lulusan pesantren asal Garut yang sejak tahun 2008 merantau ke Bandung demi berdakwah. Ia hidup seorang diri kedua orang tuanya telah meninggal dan saudaranya tinggal jauh di luar kota. Namun kesendiriannya tidak membuatnya berhenti berbuat baik.




Di Masjid Al-Jihad, beliau mengajar lebih dari 30 anak setiap hari mulai dari anak usia 4 tahun hingga 15 tahun. Ia sabar membimbing mereka membaca Iqro, menulis Al-Qur’an, dan memahami dasar-dasar agama. Semua dilakukan tanpa meminta bayaran, bahkan seringkali ia sendiri yang memberi hadiah kecil kepada anak-anak yang rajin mengaji.


Selain mengajar, Ustadz Nana juga aktif menjadi relawan sosial. Ia membantu mengurus jenazah keluarga tidak mampu, ikut kegiatan santunan yatim dan dhuafa, dan dulu saat masih punya warung kecil, ia rutin menyantuni 15 anak yatim setiap bulan.


Kini, Ustadz Nana dan Masjidnya sama-sama membutuhkan bantuan kita namun kini selama hampir 10 bulan terakhir, Ustadz Nana menderita berbagai penyakit berat seperti TB paru, hepatitis B, batu empedu, hingga kelumpuhan sebagian tubuh.



Meski tubuhnya lemah dan penglihatannya mulai rabun, ia tetap berusaha mengajar dan menjaga masjid semampunya saat ini beliau tinggal di kamar berukuran 2x3 meter, menumpang di rumah warga yang iba padanya. Dindingnya lembab dan berlumut, atap bocor, dan toilet seadanya di luar kamar. Untuk makan, ia hanya mengandalkan pemberian dari tetangga.


 “Kalau tidak ada yang mengantar makanan, biasanya saya niatkan puasa saja,” Ucap Ustadz Nana


Kini, Masjid Al-Jihad yang selama ini beliau rawat juga ikut rusak parah. Tempat wudhu yang ambruk membuat kegiatan ibadah jamaah terhambat. Namun meski dalam kondisi sakit, Ustadz Nana tetap berdoa agar masjid ini bisa diperbaiki dan kembali menjadi tempat yang layak untuk beribadah dan belajar mengaji.



Sahabat Kebaikan, Yuk Bantu Ustadz Nana dan Masjid Al-Jihad Bangkit Kembali Mari kita ringankan beban Ustadz Nana dan warga sekitar dengan membantu perbaikan Masjid Al-Jihad agar bisa kembali digunakan dengan nyaman.


Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu perbaikan tempat wudhu Masjid Al-Jihad serta mendukung kebutuhan Ustadz Nana selaku marbot masjid yang sedang sakit. Selain itu, donasi juga akan digunakan untuk implementasi program serta para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Global Sedekah Movement.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Tsagif

06 July 2026 - 10:37
Rp 20.000
Amin
Sehat sehat untuk kakeknya, maaf cuman bisa donasi sedikit
JADI#SirkelBaik