Diperbarui 05 November 2026, 18:00 WIB
Di usianya yang sudah 60 tahun, Pak Saepulloh atau akrab disapa Pak Jeri harus berjuang mencari nafkah seorang diri meski memiliki keterbatasan fisik.
Sejak usia 2 bulan, Pak Jeri mengalami step yang membuat kaki dan tangannya pengkor. Bahkan, mata kirinya juga tak bisa melihat.
Dengan kondisi tersebut, setiap hari sejak pukul 05.00 pagi, Jeri tetap mengayuh sepeda untuk berjualan tisu keliling. Ia tak punya pilihan lain selain terus bekerja demi menyambung hidup.
Namun, hasil jualannya tak seberapa. Dalam sehari, Jeri hanya mendapat keuntungan sekitar Rp15.000–Rp30.000. Bahkan, ketika dagangannya tidak laku, ia terpaksa berutang ke warung untuk makan.
Kini, Jeri juga harus menanggung tunggakan kontrakan selama 5 bulan. Dengan biaya kontrakan Rp300.000 per bulan, ia semakin kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Hidup sebatang kara dengan segala keterbatasan, Jeri hanya berharap bisa mendapatkan bantuan modal usaha dan melunasi tunggakan kontrakannya.
Sahabat, mari bantu ringankan beban Jeri. Sedikit bantuan dari kita bisa menjadi harapan agar ia tetap bisa berjualan dan melanjutkan hidup tanpa terus dibayangi kesulitan.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.
Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.
Gabung