Diperbarui 06 November 2026, 21:09 WIB
Sehari Hanya Mendapat Rp20 Ribu, Abah Ahdi Harus Bertahan di Rumah Nyaris Roboh.
Abah Ahdi, seorang penjual ikan keliling yang usianya sudah lebih dari 80 tahun. Di usia yang seharusnya bisa beristirahat dan menikmati hari tua, Abah justru masih harus berjalan berkilo-kilometer sambil memikul dagangan berat di punggungnya demi mendapatkan uang untuk makan. Namun, perjuangan Abah bukan hanya soal mencari nafkah. Di balik langkahnya yang semakin melemah, ada kehYuk, teman-teman, kita bantu Abah Ahdi. Mari bersama-sama meringankan beban Abah, membantu memenuhi kebutuhan hariannya, dan mewujudkan harapan Abah untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman. Semoga dari kebaikan kecil yang kita berikan, ada harapan baru yang bisa tumbuh dalam kehidupan Abah Ahdi. idupan yang begitu berat untuk dijalani.
Sejak banjir bandang menerjang pada tahun 2024 lalu, kehidupan Abah dan keluarga berubah. Arus banjir menyeret rumah yang dahulu mereka tempati. Abah bahkan bercerita, jika saat itu dirinya tidak terbangun, mungkin ia dan keluarganya sudah ikut terbawa arus banjir yang saat itu tingginya mencapai lutut.
Bukan hanya rumah yang hilang, pakaian Abah dan keluarga pun habis terbawa banjir. Kini, pakaian yang mereka kenakan merupakan pemberian dari orang-orang yang masih peduli kepada mereka.
Setelah kejadian itu, Abah hanya bisa menempati sebuah rumah sederhana yang kondisinya sangat memprihatinkan. Rumah tersebut kini dihuni oleh dua keluarga. Dindingnya sudah berlubang, bangunannya hampir roboh, dan atapnya pun tak lagi mampu melindungi mereka dengan baik. Ketika hujan turun, air bisa masuk hingga membasahi bagian dalam rumah.
Bahkan, untuk kamar mandi pun Abah tidak memiliki fasilitas yang layak. Memang ada, tetapi kondisinya sangat jauh dari kata layak untuk digunakan sehari-hari. Saat malam tiba, Abah dan keluarga juga tidak bisa tidur di atas kasur yang nyaman. Mereka hanya beralaskan tikar tipis untuk melepas lelah setelah menjalani hari yang panjang.

Abah sebenarnya ingin sekali memperbaiki rumahnya. Namun, bagaimana bisa merenovasi rumah jika untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja masih kesulitan? Setiap hari, Abah berkeliling menjajakan ikan. Dari hasil jualannya, Abah hanya mendapatkan upah sekitar Rp20.000. Itu pun harus diperjuangkan dengan berjalan berkilo-kilometer sambil membawa beban berat di punggungnya.

Padahal, kaki Abah sering terasa sakit. Belum lagi ada benjolan di tangannya akibat tertusuk sesuatu. Hingga kini, benjolan tersebut belum pernah diperiksakan ataupun diobati karena Abah tidak memiliki uang untuk berobat. Bayangkan, di usianya yang sudah lebih dari 80 tahun, Abah masih harus menahan sakit, memikul dagangan, dan berjalan jauh demi mendapatkan uang yang bahkan belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan hari itu.

Abah tidak meminta kehidupan yang mewah. Abah hanya ingin bisa makan dengan layak, memiliki rumah yang aman untuk berteduh, dan beristirahat tanpa harus khawatir kehujanan ketika malam tiba.
Teman-teman, kisah Abah Ahdi menjadi pengingat bahwa masih ada orang tua yang harus berjuang sekuat tenaga di usia senjanya, bahkan setelah kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Yuk, teman-teman, kita bantu Abah Ahdi. Mari bersama-sama meringankan beban Abah, membantu memenuhi kebutuhan hariannya, dan mewujudkan harapan Abah untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman. Semoga dari kebaikan kecil yang kita berikan, ada harapan baru yang bisa tumbuh dalam kehidupan Abah Ahdi.
#orangbaik,mari kita ringankan beban Abah Ahdi dengan cara:
Klik Donasi Sekarang
Masukan Nominal Donasi
Pilih Metode Pembayaran
Dapatkan Laporan Via Email
Kamu juga bisa bagikan galang dana ini agar semakin banyak do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.
Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.
Gabung