Berjualan Sayuran Demi Sesuap Nasi, Abah Ada Tak Pernah Menyerah
Di usia 78 tahun, ketika tubuh seharusnya beristirahat, Abah Ada masih harus berjalan tertatih menjajakan sayuran demi mendapatkan makanan untuk dirinya dan sang istri.
Setiap pagi, Abah memikul sayuran dari orang lain dan berharap ada yang membeli. Namun tak jarang dagangannya tak laku. Saat itu terjadi, Abah bahkan harus menukar sayuran dengan beras agar sang istri masih bisa makan.
Di rumah, Abah hanya hidup berdua dengan istri Sejak mengalami stroke, istrinya tidak lagi mampu berdiri dan hanya terbaring lemah di atas kasur usang. Selama ini, ia bahkan belum pernah mendapatkan pengobatan dari dokter.
Kondisi rumah mereka pun sangat memprihatinkan. Atap dan bangunan yang sudah lapuk membuat Abah dan istrinya hanya bisa tidur di sudut rumah yang masih kering, beralaskan kasur tipis tanpa selimut.
Abah tak pernah meminta hidup mewah. Ia hanya ingin bisa makan bersama istrinya dan memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
Namun kini tubuh renta Abah semakin tak sanggup dipaksa bekerja setiap hari.
Mari bantu ringankan perjuangan Abah Ada. Ulurkan kepedulian agar kebutuhan makan, pengobatan, dan tempat tinggal mereka dapat terbantu.