Dengan Panggul Beban 50KG! Abah Mahad Diusia Hampir 1 Abad Tetap Jualan Bandros Walaupun Susah Laku
Dengan Panggul Beban 50KG! Abah Mahad Diusia Hampir 1 Abad Tetap Jualan Bandros Walaupun Susah Laku

Dengan Panggul Beban 50KG! Abah Mahad Diusia Hampir 1 Abad Tetap Jualan Bandros Walaupun Susah Laku

Rp 405.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
14
Tercapai
1%
Sisa waktu
29 hari

Diperbarui 26 September 2026, 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi

Cerita

24 September 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di usia 73 tahun, Abah Mahad masih harus berjalan lebih dari 10 km setiap hari sambil memikul dagangan bandros seberat hingga 50 kg. Lebih dari 10 tahun Abah berjualan bandros demi menghidupi istri dan kedua cucunya yang masih berusia 8 dan 13 tahun. Abah berjualan sejak pukul 07.00 pagi hingga sore, bahkan bisa sampai malam ketika dagangan belum habis. Dengan harga bandros hanya Rp1.000, penghasilan Abah sekitar Rp70.000–Rp100.000 per hari. Itu pun masih dipotong ongkos pulang-pergi Rp20.000. Tubuh Abah kini semakin membungkuk akibat bertahun-tahun memikul beban berat. Tak jarang Abah terjatuh karena fisiknya sudah tak sekuat dulu. Namun Abah tetap memaksakan diri berjualan karena kedua cucunya sangat bergantung kepadanya. Kedua cucu Abah sudah kehilangan kedua orang tuanya dan kini hanya bergantung kepada kakek dan neneknya. Abah takut mereka harus putus sekolah karena dirinya tidak yakin mampu membiayai pendidikan mereka hingga SMA. Padahal, kedua cucunya termasuk anak yang berprestasi dan selalu masuk 10 besar di sekolah. Saat dagangan sepi atau Abah sakit, istrinya terpaksa berhutang agar keluarga tetap bisa makan. Bahkan ketika bandros tidak laku, Abah terkadang memakan sisa adonan untuk menahan lapar. Rumah mereka pun sering bocor saat hujan dan belum mampu diperbaiki. Abah juga pernah menerima uang palsu, kehilangan ongkos pulang, hingga dagangannya tertabrak motor dan pikulannya rusak. Meski tubuhnya semakin renta, Abah tetap memikul bandros setiap hari. Bukan karena masih kuat, tetapi karena ada dua cucu yang ingin terus ia perjuangkan agar tetap sekolah. Mari bantu Abah agar tidak lagi sendirian memikul beratnya kehidupan di usia senja.


Klik tombol "Donasi Sekarang"

Masukkan nominal donasi terbaik

Pilih metode pembayaran

Setiap bantuan yang diberikan akan menjadi harapan baru bagi Abah Mahad dan keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 20.000
26 September 2026, 00:07

yaallah smoga kakeknya d beri kesehatan dn hidup layak dan smoga saya lolos whv tahun 2026 yaallah aamiin

Jadi #SirkelBaik

Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.

Gabung