PUNGUNG REMUK SEJAK KECIL. Abah Kani Berjuang Jualan Sayur Yang Susah Laku

PUNGUNG REMUK SEJAK KECIL. Abah Kani Berjuang Jualan Sayur Yang Susah Laku

Rp 120.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
6 Donatur
29 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 23 September 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

22 September 2026

Di Usia 63 Tahun, Abah Kani Masih Berjalan 10 KM Demi Menghidupi Keluarga Sejak kecil, Abah Kani sudah terbiasa berjualan sayur. Kini di usia 63 tahun, Abah masih harus berkeliling kampung di Sukabumi sambil memikul sayuran dagangannya. Setiap hari, Abah bisa berjalan sekitar 10 KM pulang-pergi dari pukul 06.00 hingga 14.00. Abah sebenarnya bisa menggunakan kendaraan, tetapi ongkos pulang-pergi sekitar Rp20 ribu terasa berat. Dengan penghasilan yang hanya sekitar Rp30 ribu sampai Rp50 ribu sehari, Abah memilih berjalan kaki agar uang yang sedikit itu bisa dibawa pulang untuk istri dan cucunya. Namun perjuangan Abah tidak mudah. Punggungnya sudah bermasalah sejak kecil setelah pernah terinjak oleh kakaknya hingga muncul benjolan yang masih ada sampai sekarang. Kini, rasa sakit tersebut sering kambuh, bahkan Abah pernah muntah darah ketika terlalu kelelahan. Saat sakit, Abah hanya bisa minum air putih karena tidak punya uang untuk membeli obat. BPJS yang sudah tidak dimiliki juga membuat Abah semakin sulit mendapatkan pengobatan. Di sisi lain, rumah Abah sudah roboh dan kini ia tinggal bersama anaknya. Abah merasa sungkan, tetapi belum punya pilihan lain. Penghasilannya yang tidak menentu bahkan membuat Abah dan istrinya terkadang harus berutang ke warung untuk memenuhi kebutuhan makan. Untuk tetap bisa berjualan, Abah juga meminjam Rp1,5 juta sebagai modal dan harus membayarnya setiap minggu kepada bank keliling. Meski hidup dalam keterbatasan, Abah tetap punya hati yang besar. Saat sayuran dagangannya tidak habis terjual, Abah sering membagikannya kepada orang lain. Kini Abah punya harapan sederhana: bisa berobat dengan layak, memiliki rumah sendiri, menambah modal dagangan, dan suatu hari membuka warung kecil agar tidak perlu terus berjalan jauh memikul sayuran. Mari bantu Abah Kani agar di usia senjanya, ia bisa tetap menghidupi keluarga tanpa harus terus memaksakan tubuhnya yang sudah sakit.


mari bantu Abah dengan cara:

1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu

3.Pilih metode pembayaran yang tersedia Semoga setiap rupiah yang kita sisihkan menjadi jalan rezeki untuk Abah Kani, mengurangi lelahnya di usia senja, dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuk kita.Aamiin


Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama


Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

22 September 2026 22:14
Rp 20.000
Amin
JADI#SirkelBaik