Ujian bertubi-tubi seakan datang bersamaan dalam hidup Pak Taman.
Sebagai seorang ayah, ia harus melihat anaknya, Hana (11), berjuang melawan kanker darah langka. Berkali-kali tubuh kecil Hana mengalami pendarahan hebat di rongga mulut, kaki, bahkan telinga. Ada saat-saat ketika Hana tiba-tiba tak mampu menggerakkan tubuhnya sama sekali.
Di tengah kondisi itu, Pak Taman hanya bisa berusaha sekuat yang ia mampu. Setiap hari ia keluar rumah dengan jaket ojolnya, menyalakan aplikasi, dan berharap ada orderan masuk..
Sebelum semua ini terjadi, Hana adalah anak perempuan yang ceria. Ia suka bermain bersama teman-temannya, tertawa, dan bermimpi tentang masa depannya.
Namun hampir setahun terakhir, hidup Hana berubah. Tubuhnya mulai menunjukkan tanda-tanda yang membuat ayahnya cemas, lebam di beberapa bagian tubuh, pendarahan di mulut, hingga suatu hari Hana tak mampu lagi menggerakkan tubuhnya dengan normal.
Pak Taman tak tinggal diam. Ia mengantar Hana dari satu pemeriksaan ke pemeriksaan lain, berusaha mencari jawaban atas apa yang sebenarnya terjadi pada anaknya. Hingga akhirnya dokter menemukan penyebabnya: sel kanker ganas yang menyerang darah Hana.
Kabar itu seperti menghantam hati seorang ayah. Anak yang selama ini ia jaga ternyata harus menghadapi penyakit berat di usia yang begitu muda. Namun bagi Pak Taman, menyerah bukan pilihan. Setiap hari ia tetap bekerja sebagai driver ojek online.
Dari pagi hingga malam ia berkeliling kota mencari penumpang atau pesanan makanan. Kadang tubuhnya begitu lelah hingga ia tertidur sebentar di emperan toko saat menunggu order berikutnya.
Penghasilannya seringkali hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Namun setiap rupiah yang ia dapatkan selalu ia pikirkan untuk Hana untuk makan, untuk perjalanan ke rumah sakit, dan untuk segala hal yang dibutuhkan anaknya.
Menjadi ayah bagi anak yang sedang sakit bukan perkara mudah. Tapi Pak Taman memilih tetap kuat, karena baginya satu hal yang paling penting adalah melihat Hana terus memiliki harapan. Di balik helm dan jaket ojol yang ia kenakan setiap hari, ada seorang ayah yang sedang berjuang sekuat tenaga untuk anaknya.
Orang baik, Kita Bantu Hana Untuk Bisa Lanjut Berobat sama-sama yuk.
