Pak Sambas (40) sudah 18 tahun hidup dengan tumor yang terus membesar di wajahnya. Awalnya hanya benjolan kecil, namun kini ukurannya bahkan melebihi besar kepalanya. Rasa nyeri yang dirasakan setiap hari semakin hebat, terutama saat harus berjualan di bawah terik matahari demi mencari nafkah untuk keluarganya.
Meski kondisi tubuhnya semakin lemah, Pak Sambas tetap memaksakan diri berjualan nanas. Sayangnya, banyak orang takut mendekat karena melihat tumornya. Dagangannya pun sering tidak laku, bahkan ia kerap pulang tanpa membawa uang sama sekali. Dalam keadaan seperti itu, istri dan keempat anaknya hanya bisa menahan lapar, bahkan terkadang hanya minum air putih untuk mengganjal perut.
Dari setiap buah nanas yang terjual, Pak Sambas hanya memperoleh keuntungan sekitar Rp2.000. Penghasilan sekecil itu tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan enam orang, apalagi biaya berobat yang selama ini tak mampu ia jalani. Tumor yang terus membesar kini semakin mengganggu aktivitas dan membuat rasa sakitnya semakin tak tertahankan.
Melalui penggalangan dana ini, bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk membantu biaya pengobatan tumor Pak Sambas, memenuhi kebutuhan makan keluarga, serta meringankan kebutuhan hidup sehari-hari selama proses pengobatan. Setiap bantuan yang diberikan akan menjadi harapan baru agar Pak Sambas bisa mendapatkan kesempatan hidup yang lebih sehat dan keluarganya tidak lagi harus menahan lapar.
1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu
3.Pilih metode pembayaran yang tersedia Mohon bantu juga untuk bagikan halaman galang dana ini, agar semakin banyak tangan baik yang ikut menggenggam harapan Fanesya.
