Diperbarui 05 November 2026, 18:00 WIB
“Saya cuma pedagang cilok, penghasilan juga tidak menentu. Tapi saya ingin anak saya bisa sembuh dan menjalani hidup seperti anak-anak lainnya.” Kalimat itu menggambarkan perjuangan seorang ayah yang tak pernah berhenti berusaha demi kesembuhan putrinya, Ainun.
Di usia 6,5 tahun, Ainun masih harus menjalani rangkaian pengobatan akibat luka bakar berat yang dialaminya sejak dua tahun lalu. Saat anak-anak seusianya bisa bermain dan beraktivitas dengan leluasa, Ainun justru harus menghadapi proses pemulihan yang panjang.
Semua bermula ketika Ainun masih berusia 4,5 tahun. Saat kedua orang tuanya sibuk mempersiapkan dagangan cilok, kuah panas yang mendidih tak sengaja tertumpah mengenai tubuh mungilnya. Luka bakar yang dialami Ainun begitu serius. Dokter menyatakan ia mengalami luka bakar derajat III, yang merusak lapisan kulit secara mendalam. Sejak kejadian itu, kehidupan Ainun dan keluarganya berubah.
Proses penyembuhannya tidak bisa berlangsung dalam waktu singkat. Ainun harus menjalani perawatan dan tindakan medis secara bertahap untuk membantu memperbaiki jaringan kulit yang rusak.Kini, perjuangan Ainun masih belum selesai. Ainun masih rutin menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dokter menyampaikan bahwa masih ada tahapan operasi lanjutan yang perlu dijalani untuk memperbaiki kondisi kulitnya.
Selain menghadapi luka bakar, Ainun juga mengalami weight faltering, yaitu kondisi ketika pertambahan berat badan tidak sesuai dengan yang diharapkan untuk usianya. Kondisi ini membuat pemantauan pertumbuhan dan pemenuhan gizinya menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Di balik semua itu, Ainun tetap membutuhkan dukungan agar bisa menjalani pengobatan berikutnya.
Setiap hari, sang ayah berkeliling menjajakan cilok dengan harapan dagangannya laku dan bisa membawa pulang uang untuk keluarga. Penghasilannya tidak menentu, bergantung pada dagangan yang terjual. Sementara itu, sang ibu harus meninggalkan pekerjaannya agar dapat mendampingi Ainun selama menjalani pengobatan.
Beban keluarga pun semakin berat. Mereka tidak hanya harus memikirkan biaya kebutuhan sehari-hari, tetapi juga ongkos perjalanan dari Ciamis ke Bandung, makan, serta tempat tinggal sementara ketika Ainun menjalani kontrol atau tindakan medis. Di tengah keterbatasan itu, sang ayah terus berusaha. Ia tak ingin menyerah pada keadaan, karena baginya, kesembuhan Ainun adalah harapan yang akan terus diperjuangkan. Namun, mengandalkan penghasilan dari berjualan cilok saja tidaklah mudah untuk memenuhi seluruh kebutuhan tersebut. Mari Bantu Ainun Melanjutkan Pengobatan
#OrangBaik, Ainun masih membutuhkan dukungan kita. Dua tahun telah berlalu sejak kejadian yang mengubah hidupnya, tetapi perjalanan pemulihannya masih panjang. Mari bersama-sama membantu meringankan beban keluarga Ainun agar ia dapat melanjutkan pengobatan, memenuhi kebutuhan gizi, serta menjalani tahapan operasi sesuai anjuran dokter.
Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, semoga dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu Ainun mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Terima kasih, Orang Baik, telah menjadi bagian dari perjuangan Ainun. Semoga setiap kebaikan dibalas Allah SWT dengan keberkahan, kesehatan, dan rezeki yang berlimpah. Aamiin ya Rabbal'alamin.
Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.
Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.
Gabung