Tunanetra dan Sebatang Kara, Pak Agus Gigih Menjajakan Dagangan

Tunanetra dan Sebatang Kara, Pak Agus Gigih Menjajakan Dagangan

Rp 70.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
2 Donatur
29 hari lagi
DONASI SEKARANG
Terakhir diperbarui pada 22 September 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

21 September 2026

Di balik ramainya jalanan Kota Bandung, ada sosok Pak Agus (56 tahun) yang sabar menanti setitik rezeki di balik kegelapan. Sejak tahun 2000, penyakit glaukoma perlahan menggerogoti penglihatannya hingga kini kedua matanya buta total. Trauma masa lalu akibat pukulan di kepala belakang saat masih sekolah menjadi awal mula penderitaan panjangnya. Kendati pernah menjalani operasi, takdir berkata lain—penglihatannya tak kunjung kembali. "Mata saya sering terasa gatal banget dan kepala suka sakit luar biasa. Karena nggak ada biaya lagi, kalau kumat paling cuma saya basuh air bersih, pakai obat tetes seadanya, atau ramuan daun sirih..." — Pak Agus Tanpa sanak saudara yang mendampingi setelah ditinggalkan istri dan tak lagi dihiraukan anak-anaknya, Pak Agus menolak menyerah pada nasib. Sejak tahun 2020, ia berjualan aksesoris seperti kaos kaki, masker, dan sarung tangan. Bermodalkan tongkat dan perasaannya, ia merapikan barang dagangan serta melayani pembeli di tengah keterbatasannya. Namun, dunia kerap berlaku keras padanya; tak jarang barang dagangannya dicuri, atau pembeli nakal menipunya saat membayar. "Saya nggak bisa lihat uang, jadi cuma bisa mereka-reka ukurannya pakai feeling. Pernah ada yang kasih uang Rp1.000 tapi ngakunya Rp10.000, ada juga yang kasih Rp5.000 bilangnya Rp50.000. Dagangan juga sering hilang dicuri. Makanya saya pasang tulisan 'Allah Maha Melihat' di lapak, biar mereka ingat..." — Pak Agus Penghasilan Pak Agus hanya berkisar Rp30.000 hingga Rp40.000 per hari dengan untung tipis Rp2.000–Rp5.000 per barang. Jangankan untuk mengembalikan modal awal Rp2.000.000 atau membayar sewa kontrakan Rp300.000/bulan yang kini sudah menunggak 3 bulan, untuk makan sehari-hari pun ia kerap mengandalkan belas kasih dan pemberian tetangganya. Mari ulurkan tangan kita untuk meringankan beban Pak Agus. Sedikit kepedulian dari Anda adalah cahaya harapan bagi Pak Agus untuk dapat hidup lebih layak dan terus bertahan di tengah kegelapan.


Klik tombol "Donasi Sekarang"

Masukkan nominal donasi terbaik

Pilih metode pembayaran

Setiap bantuan yang diberikan akan menjadi harapan baru bagi Pak Agus untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.


Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.


*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

22 September 2026 02:01
Rp 20.000
Amin
JADI#SirkelBaik