Bertaruh Nyawa Demi Sesuap Nasi & Sekolah Cucu
Di usia 71 tahun, Abah Umid harusnya beristirahat. Namun, kecelakaan tragis 9 bulan lalu mengubah segalanya. Tubuhnya terpental 3 meter dihantam mobil, menyisakan patah tulang rusuk dan pendarahan otak. Mirisnya, saat terkapar tak berdaya, uang dagangan Rp600 ribu miliknya justru dicuri orang.

Kini, dengan kondisi sering linglung dan pusing hebat, Abah terpaksa kembali ke jalanan. Kenapa? Karena ada istri (80th) dan dua cucu yatim yang harus diberi makan. Abah cuma ambil untung Rp1.000/bungkus kerupuk milik orang lain. Seringnya hanya mampu beli 1 kg beras, makan pun hanya pakai garam. Kedua cucunya terpaksa berhenti di bangku SD karena ketiadaan biaya.

Abah tinggal jauh di tengah sawah. Seringkali ia pulang larut malam dengan kondisi fisik yang semakin melemah dan bercak putih yang kian melebar di kulitnya.

Sahabat, mari kita patungan modal usaha dan biaya sekolah untuk cucu Abah Umid. Jangan biarkan Abah bertaruh nyawa lagi di jalanan hanya untuk sekantong beras.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama
