Abah Buyoh menjalani hari-harinya seorang diri. Dulu, ia masih memiliki rumah dan keluarga. Namun sejak sakit stroke membuat setengah tubuhnya lumpuh, hidupnya berubah. Tangan kanannya tidak lagi bisa digunakan, dan untuk berjalan pun ia harus menyeret kaki.
Karena dianggap tidak mampu bekerja dan hanya menjadi beban, Abah akhirnya harus pergi dari keluarganya. Tidak ada lagi tempat untuknya pulang.
Sekarang, ia tinggal di sebuah gubuk sederhana pemberian tetangga. Bukan rumah miliknya, hanya tempat berteduh agar tidak kehujanan dan kepanasan. Tidak ada yang menyiapkan makan, tidak ada yang menemani saat sakitnya kambuh. Semua ia jalani sendiri.
Meski dalam kondisi terbatas, ia tetap berusaha mencari penghasilan dengan berjualan kolak titipan dari tetangganya. Dengan satu tangan yang masih bisa digunakan dan langkah yang terseok, ia berkeliling agar bisa mendapatkan uang untuk makan sehari-hari.
Bagi Abah, bukan soal keuntungan besar. Yang penting, ia bisa bertahan hidup.