BANTU Lansia Penjual Bandros! Berjuang Demi Keluarga dan Anaknya Sekolah

BANTU Lansia Penjual Bandros! Berjuang Demi Keluarga dan Anaknya Sekolah

Rp 340.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
10 Donatur
0 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 18 November 2025 16:03 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

24 September 2025

Sejak tahun 1982, Abah Engkus telah berkeliling menjajakan bandros dengan cara dipanggul. Setiap hari, mulai pukul 03.00 dini hari, Abah dan istrinya sudah menyiapkan adonan untuk dijual dari pagi hingga sore. Dengan harga Rp1.000 per potong, Abah hanya bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp100.000–150.000 per hari, itu pun belum bersih.

Dagangan bandros Abah tidak bisa disimpan, karena jika dibesokkan akan terasa asam dan tidak layak jual. Jika ada sisa, biasanya Abah makan sendiri, dibagikan ke tetangga, atau bahkan terpaksa dibuang. Meski begitu, Abah tetap berusaha jujur dan tidak pernah menjual barang yang tidak layak demi menjaga kepercayaan pembelinya.

 

Dalam perjuangannya, Abah tidak lepas dari cobaan. Dagangannya pernah tumpah karena terpeleset di jalan menurun, bahkan pernah ditabrak kendaraan hingga kompor rusak dan kakinya terluka. Lebih menyakitkan lagi, Abah pernah kehilangan uang Rp140.000 ketika ditinggal sebentar untuk salat, hingga tidak bisa berjualan keesokan harinya. Meski begitu, Abah tetap ikhlas dan memilih bekerja serabutan di kebun orang untuk kembali bangkit.

Di usianya yang sudah senja, Abah masih menanggung istri dan anak bungsu yang kini duduk di bangku kelas 5 SD. Istrinya pun ikut bekerja sebagai kuli tani untuk menambah nafkah, sementara kedua anaknya yang sudah menikah tidak bisa selalu membantu. Dengan kondisi kesehatan yang mulai menurun—mata rabun dan sakit lambung—perjuangan Abah semakin berat.

 

Meski menghadapi banyak kesulitan, Abah Engkus tetap memiliki mimpi. Ia ingin memiliki gerobak tambahan dan anak buah yang bisa berjualan di daerah lain, sementara Abah tetap berjualan di tempat biasa. Dengan begitu, ia berharap bisa menambah penghasilan untuk keluarga kecilnya.

Kini, Abah membutuhkan uluran tangan kita semua untuk mewujudkan mimpinya dan agar ia bisa terus berjualan tanpa harus menanggung beban seberat ini seorang diri.

 

1. Klik Doansi Sekarang

2. Masukan Nominal Donasi

3. Pilih Metode Pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)

4. Dapatkan Laporan Donasi

 

 

Mari kita bantu Abah Engkus, pedagang bandros keliling yang penuh keikhlasan, agar tetap bisa menghidupi keluarganya dan mewujudkan mimpinya.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Progress

Ayo Kita Peduli

18 November 2025
Pencairan Dana Rp 48.952

Ke Rekening Bank Mandiri *****5392 a/n AYO BERDAMPAK BERDAYA

Rencana Penggunaan Dana Pencairan: Dana yang terkumpul akan disalurkan dalam bentuk santunan tunai.

Doa & Donasi Teman Peduli

Sasa

29 September 2025
Rp 100.000
Amin
JADI#SirkelBaik