Abah Kiji (71) sudah 25 tahun tinggal sendirian di sebuah gubuk reyot yang kondisinya sudah hampir tak layak ditinggali
Istrinya meninggal saat pandemi, sementara anak-anaknya pergi dan tak pernah kembali. Hanya cucu yang mondok di pesantren sesekali menjenguk Abah.
Untuk bertahan hidup, Abah berjualan kerupuk dan mineral sambil menggebadut keliling.
Keuntungannya hanya seribu, dua ribu rupiah, kadang sampai tidak bisa makan nasi berhari-hari karena dagangannya sepi dan tak punya modal.
Kondisi rumah Abah sangat memprihatinkan, menyatu dengan kandang bebek, lembap, sempit, dan menjadi satu-satunya tempat Abah tidur dan beristirahat.
Yuk Kita Bantu Abah Kiji Hidup Layak Di Usianya❤️

Alhamdulillah, kegiatan penyaluran program “Donasi untuk Abah Kiji” telah terlaksana dengan baik. Pada tanggal 28 Januari 2026, dana sebesar Rp6.000.000,00 telah disalurkan kepada Abah Kiji di kediaman anak beliau yang berada di Soreang. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk sembako, uang tunai, serta dukungan untuk biaya pengobatan dan pengecekan kesehatan.
Saat ini Abah Kiji sudah lebih dari satu bulan tidak lagi beraktivitas di pinggir jalan karena kondisi kesehatannya yang menurun. Padahal sebelumnya, meskipun telah dilarang oleh keluarga, Abah tetap bersikeras untuk terus bekerja di jalanan.
Aktivitas tersebut menyebabkan Abah mengalami dehidrasi akibat kurangnya asupan air mineral, serta didiagnosis tekanan darah tinggi yang dipengaruhi oleh faktor usia. Ketika dikunjungi, Abah juga mengalami gatal-gatal di seluruh tubuh (skabies). Kondisi sakit ini telah berlangsung lebih dari satu bulan; seharusnya Abah menjalani perawatan inap, namun beliau menolak sehingga hanya mendapatkan infus penambah nutrisi di IGD.
Bantuan yang semula direncanakan untuk modal usaha ternak bebek, sesuai harapan Abah Kiji, akhirnya dialihkan menjadi bantuan tunai agar beliau dapat lebih fokus memulihkan kesehatan terlebih dahulu. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan adanya pengalaman sebelumnya, di mana ternak titipan di lahan yang dijaga sempat mengalami kehilangan akibat pencurian. Saat ini kebutuhan lain yang masih diperlukan adalah perbaikan saung, namun hal tersebut masih menunggu izin dari pemilik lahan. Sementara masa pemulihan berlangsung, Abah Kiji akan dirawat dan diurus oleh anak-anaknya yang bekerja serabutan. Alhamdulillah, di tengah kondisi tersebut, Abah Kiji tetap menunjukkan semangat yang besar untuk sembuh dan kembali beraktivitas.