Dibalik helm dan jaket kurir online ada perjuangan seorang ibu yang luar biasa. Mbak Yulia adalah ibu yang sangat tangguh, beliau rela jadi driver kurir online demi mencari nafkah untuk anak semata wayangnya dan ibunya yang mengidap gangguan jiwa.

Ia rela bekerja siang malam mencari nafkah agar bisa terus menghidupi keluarga kecilnya. Ini adalah satu-satunya pekerjaan yang bisa ia lakukan agar bisa membagi waktu antara bekerja, antar jemput anaknya sekolah dan merawat ibunya yang sakit. "Suami saya bekerja diluar kota jadi buruh serabutan, penghasilannya gak tentu. Sedangkan kebutuhan kami banyak. Bayar kontrakan, keperluan anak sekolah dan keperluan ibu berobat. Dengan ikhlas dan ijin dari suami akhirnya saya harus bekerja" Ujar Mbak Yulia Setiap hari dari pagi hingga malam mbak Yulia bekerja mencari nafkah. Siang hari setelah pulang sekolah, sang anak ikut menemani ibunya bekerja mencari orderan mengantar makanan atau barang. Ia tidak mau membiarkan ibunya bekerja sendirian, anak mbak Yulia ingin selalu menemani dan menjaga ibunya yang berjuang mencari nafkah. Seharian kerja penghasilan yang didapat tidak seberapa. Kadang hanya 50-75 ribu, jika sepi tak jarang ia harus bekerja mencari orderan hingga subuh agar bisa membawa uang lebih. "Buat cari tambahan tiap 2hari sekali saya kerja jadi hosting live di salah satu platform medsos selama 3 jam di malam hari. Kalau gak gini gimana buat cari ongkos buat ke rumah sakit dan kebutuhan sehari-hari. Ke rumah sakit anter ibu kan kadang sebulan 2 kali, kadang saya gak kerja karena seharian nemenin ibu di rumah sakit" Ujar Mbak Yulia Selama bertahun-tahun ia menjalani profesi sebagai driver online, banyak duka yang dialaminya. Tak terhitung berapa kali ia mengalami orderan fiktif, motornya mogok karena habis bensin dan ban bocor ketika mau mengantarkan makanan untuk sahur. Meskipun sang anak selalu dibawanya bekerja, namun di sela-sela waktu luangnya, Mbak Yuli selalu mengajar anaknya untuk belajar. "Kadang kalau lagi kerja selalu kepikiran ibu di rumah sendirian. Apalagi dalam keadaan sakit" Ujar Mbak Yulia Pilu, kadang Mbak Yulia sangat sedih harus meninggalkan ibunya di rumah sendirian. Namun apa daya, jika tidak bekerja ia tidak akan mendapatkan penghasilan.
Saat ini satu-satunya motor yang ia gunakan untuk mencari nafkah sudah sangat tidak layak dan semakin parah akibat kecelakaan beberapa waktu lalu.
Di Lubuk hatinya yang paling dalam, Mbak Yulia ingin sekali mempunyai usaha kecil-kecilan di rumahnya, agak ia bisa menjaga sang ibu dan tidak harus membawa anaknya lagi bekerja. Selain itu ingin memperbaiki sepeda motornya agar layak digunakan untuk mengantar anaknya sekolah dan mengantar ibunya berobat jalan rutin.
Sahabat Kebaikan, begitu berat perjuangan Mbak Yulia untuk menafkahi keluarga kecilnya. Maukah kamu membantu mewujudkan harapannya dan meringankan beban di pundaknya?
