Di usianya yang baru 13 tahun, De Iki sudah harus memikul beban hidup yang tak ringan. Sejak ibunya berhenti bekerja dari laundry karena sakit lambung akut, De Iki terpaksa putus sekolah dan menggantikan ibunya mencari nafkah.

Setiap hari, mulai pukul 13.00 hingga larut malam, De Iki berjalan kaki menyusuri jalanan. Di tangannya, ia membawa kotak berisi puding buatan mereka berdua, berharap ada yang membeli.

Namun, perjuangannya tidak mudah.
De Iki pernah dipalak preman, karena ketakutan bahkan pernah terserempet motor hingga terjatuh bersama seluruh dagangannya.
Tangan kecilnya sering terasa sakit dan kaku karena terlalu lama menenteng beban berat.
Tak jarang, ia baru pulang sekitar jam 12 malam karena dagangannya belum habis.
Yuk ulurkan tangan terbaikmu dengan berdonasi sekarang.
Semoga setiap kebaikan yang kita berikan menjadi amal yang terus mengalir.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com