PUTUS SEKOLAH! Rehan Berjuang Mencari Rezeki Dari Berjualan Makaroni Demi Bertahan Hidup

PUTUS SEKOLAH! Rehan Berjuang Mencari Rezeki Dari Berjualan Makaroni Demi Bertahan Hidup

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
45 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 17 April 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
YATIM SEJAK LAHIR! BANTU REHAN YANG PUTUS SEKOLAH BERJUANG

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

16 April 2026

“Harusnya umur 11 tahun masih sibuk belajar dan bermain. Tapi tidak untuk Rehan.”

Sejak ayahnya meninggal saat Rehan berusia 1 tahun, ia dibesarkan oleh nenek dan kakeknya karena sang ibu tidak mampu merawatnya. Bersama 7 anggota keluarga lain, Rehan tinggal di rumah petak kecil di samping kandang domba milik majikan kakeknya. Bahkan ukuran kandang itu lebih besar daripada rumah yang mereka tempati.

Nenek Rehan bekerja sebagai tukang sapu sekolah dan memilah sampah tanpa gaji tetap. Sementara kakeknya menggembala domba milik orang lain dan hanya mengandalkan pemberian dari majikannya. Melihat kondisi itu, Rehan yang masih kecil memilih ikut berjuang.


Sejak kelas 2 SD, Rehan sudah berjualan makroni keliling dengan modal Rp50.000 dari neneknya. Setiap hari ia berjualan dari jam 11 siang sampai malam. Jika modal habis, Rehan ikut kakaknya menjadi badut keliling dengan penghasilan Rp30.000–50.000 per hari, itu pun masih dipotong biaya sewa kostum. Kadang ia juga membantu kakeknya mencari rumput untuk domba dan hanya mendapat upah Rp5.000.

Saat lapar di jalan dan tak punya uang, Rehan makan makroni dagangannya sendiri. Bahkan jika di rumah tak ada makanan, Rehan, nenek, dan kakeknya hanya makan lalapan atau garam agar bisa bertahan.


Setahun lalu, Rehan memutuskan berhenti sekolah saat masih kelas 4 SD. Bukan karena ia tidak ingin belajar, tetapi karena ia tidak tega melihat nenek dan kakeknya harus bekerja lebih keras demi membiayai sekolahnya.

Di usia 11 tahun, Rehan sudah memikul beban yang terlalu besar untuk anak seusianya. Namun di balik semua itu, Rehan masih punya mimpi sederhana: ingin membuat toko kecil agar neneknya tidak perlu lagi menyapu dan memilah sampah.


Hari ini, kita bisa bantu Rehan kembali sekolah, membantu kebutuhan hidup keluarganya, dan mewujudkan cita-cita kecilnya. Karena tidak seharusnya seorang anak 11 tahun berjuang sendirian.

1. Klik Donasi Sekarang

2. Masukkan Nominal Donasi

3. Pilih Metode Pembayaran

4. Dapatkan Laporan via Email

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.

 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan bagian dari program Semua Berhak Nyaman.

 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

 

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.