“Di balik kursi roda usang itu, ada perjuangan cinta yang luar biasa. Pak Nurdiansyah setiap hari mendorong istrinya, Bu Ani, yang lumpuh akibat epilepsi, hipertiroid, dan hipertensi.

Untuk makan, mandi, hingga berpindah tempat, semuanya bergantung padanya. Bahkan saat harus berobat, Pak Nurdiansyah rela mendorong kursi roda hingga 3 jam perjalanan karena tak punya biaya transportasi.

Setiap hari ia berjualan sambil membawa istrinya, berjuang di jalanan demi bertahan hidup. Mereka juga harus berpindah-pindah kontrakan karena belum punya tempat tinggal tetap. Sahabat Kebaikan, harapan mereka sederhana: tempat tinggal yang layak dan usaha kecil agar bisa hidup lebih baik.
