Dalam Keterbatasan Fisik dan Ekonomi, Mereka Hanya Ingin Bisa Makan Hari Ini
Tidak semua orang memiliki kesempatan hidup yang sama. Bagi sebagian orang, hari esok masih penuh rencana. Namun bagi Pak Enjo dan Ibu Mimin, yang terpenting adalah bagaimana bisa makan hari ini.

Pak Enjo adalah seorang tukang servis elektronik sederhana. Dengan peralatan seadanya, ia berkeliling atau menunggu orang yang membutuhkan jasanya. Namun sering kali, upah yang ia terima dibayar seikhlasnya, bahkan kadang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Di sisi lain, ada Ibu Mimin. Sejak mengalami stroke yang merenggut penglihatannya, hidupnya berubah drastis. Kini ia hanya bisa mengandalkan kemampuan memijat yang ia miliki. Ibu Mimin menunggu orang datang ke rumah untuk meminta jasa pijat, tanpa tarif pasti dan tanpa penghasilan yang menentu.

Penghasilan mereka berdua tidak pernah bisa dipastikan. Ada hari ketika mereka masih bisa membeli makanan. Namun tidak sedikit pula hari yang harus dilewati dengan kekhawatiran karena beras di rumah sudah habis dan tidak ada uang untuk membeli lagi.
Dalam kondisi fisik yang terbatas dan ekonomi yang semakin sulit, mereka tidak meminta banyak. Mereka hanya berharap bisa memiliki usaha kecil yang lebih layak, agar tetap bisa bekerja dan tidak lagi dihantui rasa lapar setiap hari.

Karena bagi mereka, bekerja bukan hanya soal mencari uang.
Tetapi tentang bertahan hidup dengan bermartabat.
Melalui campaign ini, kami mengajak sahabat semua untuk membantu Pak Enjo dan Ibu Mimin mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan.
Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan hidup serta modal usaha sederhana agar mereka bisa terus berjuang tanpa harus khawatir tentang makanan hari esok.
Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan sangat berarti bagi mereka.
Mari kita pastikan bahwa hari esok mereka tidak lagi diwarnai oleh rasa lapar.
Jangan biarkan mereka berjuang sendirian.
Bantuan kita hari ini bisa memastikan mereka tetap makan esok hari. 🤲💛
