Bu Enih (45) kini harus membesarkan tiga anak seorang diri setelah suaminya meninggal akibat kecelakaan kerja sekitar empat tahun lalu. Bu Enih tinggal di rumah sederhana dengan atap yang sudah banyak berlubang dan dinding yang sebagian hanya ditutup menggunakan kain.
Sejak kepergian sang suami, Bu Enih menjadi tulang punggung keluarga. Ia mengambil rumput dan kayu bakar untuk orang lain dengan upah sekitar Rp10.000. Selain itu, ia juga menjual donat titipan dengan keuntungan hanya Rp200 per buah. Jika dalam sehari 10 donat terjual, Bu Enih hanya mendapat keuntungan sekitar Rp2.000.
Penghasilan sekecil itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan dan keperluan anak-anak. Namun pekerjaan tidak selalu ada dan dagangan pun tidak selalu laku. Saat tak ada yang menyuruh mencari rumput atau kayu bakar, Bu Enih dan anak-anak terkadang harus menahan lapar. Sesekali, tetangga yang iba datang memberikan makanan, tetapi bantuan itu tentu tidak hadir setiap hari.
Bagi Bu Enih, melihat anak-anak tetap bisa makan dan bersekolah sudah menjadi harapan besar. Ia ingin mereka memiliki kesempatan hidup yang lebih baik, memiliki perlengkapan sekolah yang layak, dan tidak lagi harus khawatir apakah hari ini ada makanan di rumah atau tidak. Namun, kini anak-anaknya terancam putus sekolah karena Bu Enih tak mampu membayar biaya sekolah.
Mari temani perjuangan Bu Enih dan ketiga anaknya. Dukungan yang terkumpul diharapkan dapat membantu kebutuhan makan, pendidikan anak-anak, serta memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka agar lebih aman dan layak dihuni.
Mari bantu Bu Enih dengan cara :
1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu
3.Pilih metode pembayaran yang tersedia
Semoga setiap rupiah yang kita sisihkan menjadi jalan rezeki untuk Bu Enih dan anak-anaknya menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuk kita, Aamiin.