Abah Endang (80 tahun) dengan tubuhnya yang sudah sangat ringkih, beliau menjadi badut jalanan demi kedua cucunya yang yatim. Di bawah panas terik, di balik kepala badut yang besar dan beratnya lebih dari 2 Kg, beliau tetap melangkah. Semua ini Bah Endang lakukan demi dua cucunya yang masih kecil.
Cucunya duduk di kelas 5 dan 4 SD. Seharusnya mereka menikmati masa kecil tanpa kekhawatiran, tapi hidup berkata lain. Bah Endang adalah satu-satunya harapan mereka. Setiap hari, dengan tubuh yang semakin lemah, Abah berjalan menghibur orang-orang, berharap ada yang mau memberi sedikit uang agar bisa dibawa pulang. Demi kedua cucunya, Abah sering menahan lapar dan kelelahan.
Tapi jalanan tidak selalu aman terutama untuk seorang lansia. Bahkan pernah pada saat itu, kepala badut yang dipakai Abah terjatuh tanpa sengaja. Bukannya mendapat pengertian, seseorang malah menonjok perutnya. Namun meski begitu Bah Endang tidak menyerah. Yang penting baginya adalah membawa pulang uang untuk cucu-cucunya yang menunggu di rumah.
Kostum badut yang ia kenakan sekarang pun bukan dibeli secara langsung. Harganya 350 ribu rupiah, dan ia harus mencicilnya selama tiga bulan. Jumlah itu mungkin kecil bagi sebagian orang, tapi bagi Bah Endang, itu adalah hasil dari kerja kerasnya di jalanan.
"Kalau bukan Abah, siapa lagi?" jawaban Abah ketika ditanya kenapa masih mau jadi badut jalanan di usianya yang sudah tua. Bahkan Abah seringkali menahan lapar, tak jarang juga Abah terlelap di pinggir jalan, Abah enggan kembali ke rumah tanpa membawa uang. Selelah apapun, abah akan terus perjuangkan demi bisa memenuhi kebutuhan cucunya.
Kita mungkin tidak bisa merasakan langsung beratnya perjuangan Bah Endang. Tapi kita bisa membantu. Mari bersama-sama meringankan beban Bah Endang dan keluarganya agar mereka bisa hidup lebih layak. Sekecil apa pun bantuanmu akan sangat berarti bagi mereka.
Bantu Bah Endang dan cucunya mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik. Bantuan Anda, sekecil apapun sangat berharga untuk keluarga Bah Endang.
Sebelum dan sesudah cukur rambut, senyum Abah Endang sangat merekah. Beliau adalah badut yang senyumnya paling tulus.