Abah Dedi Tetap Berjuang Meski Tak Lagi Bisa Melihat Belasan tahun Abah Dedi berjualan pisang dan buah-buahan untuk menghidupi keluarganya.
Penghasilan Abah tak menentu. Terkadang dagangannya tidak laku sama sekali, bahkan hanya satu sisir pisang yang terjual. Di tengah kondisi tersebut, Abah masih harus membantu memenuhi kebutuhan istri dan 7 orang anaknya, termasuk anak-anak yang masih bersekolah.
Yang membuat perjuangan Abah semakin berat, kini Abah sudah tidak dapat melihat. Abah mengalami katarak dan kerusakan retina. Meski penglihatannya hanya gelap, Abah tetap memilih untuk berjualan.
Abah tidak ingin meminta-minta. Abah ingin tetap bekerja. Saat dagangan tidak laku hingga pisangnya membusuk, Abah bahkan memilih memberikan pisang tersebut kepada orang yang membutuhkan.
Saat ini Abah juga memiliki tunggakan sekitar Rp850.000, sementara modal usaha harus terus berputar dan kebutuhan keluarga tetap berjalan. Abah memiliki satu harapan sederhana: memiliki jongko atau warung kecil, agar bisa tetap mencari nafkah tanpa harus berjualan di jalan dalam kondisi tidak dapat melihat.
Mari bantu Abah Dedi mewujudkan harapan kecilnya. Bantuan kita mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi Abah, bisa menjadi jalan untuk kembali berdiri dan terus menghidupi keluarganya. 🤲