Di usia yang sudah renta, Abah Endang masih harus bekerja sebagai badut jalanan demi menafkahi dua cucunya yang yatim. Setiap hari, Abah mengenakan kostum badut yang beratnya mencapai sekitar 20 kilogram, lalu berdiri dan berjalan di jalanan berharap ada orang yang memberikan sedikit rezeki.
Penghasilan Abah sangat tidak menentu. Dalam sehari, ia terkadang hanya mendapat sekitar Rp5.000–Rp10.000, terkadang pulang tanpa membawa uang sama sekali.Saat tidak mendapatkan penghasilan, Abah terpaksa makan nasi sisa kemarindan minum air putih untuk menahan lapar. Semua itu dilakukan agar kebutuhan dua cucunya tetap bisa diprioritaskan.
Tubuh Abah kini semakin ringkih. Tenaganya sudah tidak seperti dulu, sementara kostum badut yang berat membuat pekerjaannya semakin sulit dijalani. Meski demikian, Abah tetap bertahan karena ia tahu ada dua cucu yang bergantung kepadanya.Abah hanya ingin tetap bisa memenuhi kebutuhan makan dan kehidupan cucu-cucunya tanpa harus terus memaksakan tubuh rentanya membawa kostum yang begitu berat.
Mari temani perjuangan Abah Endang agar ia dan kedua cucunya bisa menjalani hidup yang lebih layak, serta memiliki sumber penghasilan yang lebih aman dan sesuai dengan kondisi tubuhnya.
Mari bantu Abah Endang dengan cara :
1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu
3.Pilih metode pembayaran yang tersedia
Semoga setiap rupiah yang kita sisihkan menjadi jalan rezeki untuk Abah Endang menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuk kita, Aamiin.