Usia 103 Tahun, lansia Tetap Berjuang Jual Tisu Demi Sesuap Nasi

Usia 103 Tahun, lansia Tetap Berjuang Jual Tisu Demi Sesuap Nasi

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
30 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 25 August 2026 17:32 WIB

Penggalang Dana

Lentera Pijar Kebaikan

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

24 August 2026

Di usia 103 tahun, ketika seharusnya seseorang bisa menikmati masa tua dengan tenang, Abah Idik justru masih harus berjuang mencari penghasilan sendiri. Setiap pagi, Abah membawa keranjang kecil berisi beberapa bungkus tisu untuk dijual. Dengan tubuh yang sudah renta, mata yang mulai rabun, dan langkah yang semakin lemah, Abah berjalan perlahan menyusuri jalanan sambil menawarkan dagangannya kepada orang-orang yang lewat. “Beli tisunya, Nak…” Dengan suara lirih, Abah terus mencoba menawarkan tisu yang dibawanya. Namun, tidak setiap hari dagangannya laku. Terkadang sejak pagi hingga sore, hanya beberapa bungkus tisu yang berhasil terjual. Penghasilan yang didapat pun hanya sekitar Rp10.000–Rp20.000 dalam sehari. Uang tersebut sangat berarti bagi Abah karena digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Ketika dagangan sepi, Abah harus menghemat sebisa mungkin. Setiap pagi, Abah hanya bisa makan roti dan minum air mineral karena hasil jualan tisunya belum tentu cukup untuk membeli makanan lainnya. Meski tubuhnya sudah tidak sekuat dulu, Abah tetap berusaha berjualan. Ia tetap berjalan mencari pembeli karena kebutuhan hidup harus terus dipenuhi. Di usia yang sudah mencapai 103 tahun, Abah masih harus memikirkan bagaimana mendapatkan uang untuk makan di hari itu. Sebenarnya, Abah memiliki harapan yang sederhana. Ia ingin memiliki usaha kecil yang bisa dilakukan sambil duduk, sehingga tidak perlu lagi berjalan jauh untuk menjajakan dagangannya. Dengan adanya modal usaha, Abah berharap bisa berjualan dari tempat tinggalnya dan tetap memiliki penghasilan tanpa harus terlalu memaksakan kondisi tubuhnya yang sudah renta. Bagi sebagian orang, usaha kecil mungkin terlihat sederhana. Namun bagi Abah, usaha tersebut bisa menjadi jalan untuk tetap mendapatkan penghasilan dengan cara yang lebih sesuai dengan kondisi tubuhnya. Abah sudah melewati lebih dari satu abad kehidupan. Di usia senjanya, Abah hanya ingin bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjalani hari-harinya dengan lebih tenang. Melalui campaign ini, kami mengajak orang-orang baik untuk bersama-sama membantu Abah Idik mendapatkan modal usaha kecil serta membantu memenuhi kebutuhan hidupnya. Semoga dengan bantuan dari para donatur, Abah tidak perlu lagi berjalan jauh di tengah jalanan hanya untuk mendapatkan Rp10.000–Rp20.000 demi makan. Berapapun bantuan yang diberikan, dapat menjadi bagian dari harapan Abah untuk menjalani sisa usianya dengan lebih layak dan tenang. Yuk, bantu Abah Idik. Sedikit kepedulian dari kita bisa menjadi berarti bagi Abah yang masih berjuang di usia 103 tahun.

Dukungan dari Sahabat Baik dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, memberikan modal usaha, serta meringankan perjuangan beliau agar dapat menjalani masa tua dengan lebih layak dan tenang. Disclaimer:Dana yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari Abah idik, modal usaha, serta mendukung penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Lentera Pijar Kebaikan.

  • Klik Donasi Sekarang;
  • Masukan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via email.

 



Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

anggita

25 August 2026 - 17:31
Rp 20.000
Amin
Sehat selalu kakek dan semoga selalu dikelilingi orang baik.
JADI#SirkelBaik