Diperbarui 23 October 2026, 15:00 WIB
Abah Sarwa harus berjuang untuk bertahan hidup dengan berjualan anyaman. Ia rela berkeliling dengan berjalan kaki menempuh jarak berkilo-kilo meter dari pagi hingga sore hari sambil memikul dagangannya.
Sudah hampir 10 tahun abah sarwa berjualan berbagai peralatan dapur dari anyaman. Barang-barang tersebut abah ambil dari orang lain dan dijual kembali dengan keuntungan hanya 3 – 4 ribu saja dari setiap anyaman yang terjual.
Sayangnya, karena zaman yang semakin modern dagangan abah sudah jarang laku dan sepi pembeli sehingga penghasilan abah hanya bisa untuk setoran kepada pemilik anyaman saja. “Jualan jarang kejual, datang ke rumah ga bawa uang.

Buat beli beras dan lainnya juga engga ada” Lirih abah sarwa Saat abah pulang ke rumah istrinya selalu menantikan uang untuk membeli beras. Tetapi, pada kenyataannya dagangan abah sulit terjual sehingga tak jarang abah dan istrinya harus berhutang ke warung agar bisa makan dan menggantinya ketika sudah memiliki uang.
Meski memiliki keterbatasan karena sebelah mata abah tidak bisa melihat akibat bawaan dari lahir, tetapi semangat abah sangatlah besar untuk berjuang menyambung hidup bersama istrinya. Menurutnya, rezeki itu sudah di atur oleh sang pencipta dan sudah takdirnya apabila dagangan abah laku atau tidak.

Harapan abah saat ini hanya ingin memiliki modal untuk usaha, agar bisa makan dan membawa istrinya berobat karena kakinya sering sakit. #Orangbaik begitu mari sama-sama kita bantu perjuangan abah sarwa dengan cara:
Klik Donasi Sekarang
Masukan Nominal Donasi
Pilih Metode Pembayaran
Dapatkan Laporan Via Email
Kamu juga bisa bagikan galang dana ini agar semakin banyak do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.
Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.
Gabung