Bantu Abah Anas, Lansia 68 Tahun yang Masih Mengayuh Sepeda Demi Bertahan Hidup
Di usia 68 tahun, ketika banyak orang menikmati masa tua bersama keluarga, Abah Anas masih harus berjuang mencari nafkah seorang diri. Setiap pagi hingga sore, beliau mengayuh sepeda tua yang sudah rapuh, berkeliling dari kampung ke kampung menjajakan buku tulis kecil dan mainan sederhana.
Perjalanan yang ditempuh tidaklah mudah. Panas terik, hujan, jalan menanjak, hingga rasa nyeri di kedua kaki harus Abah hadapi setiap hari. Tak jarang beliau berhenti di pinggir jalan hanya untuk mengusap kakinya yang mulai lemas sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Dari perjuangan seharian itu, Abah hanya membawa pulang penghasilan sekitar Rp12.000–Rp15.000 per hari**. Jumlah tersebut sering kali belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan, tidak sedikit hari ketika dagangannya tidak habis terjual sehingga Abah pulang dengan tubuh lelah dan hati penuh harap.
Meski hidup dalam keterbatasan, Abah Anas memilih tetap bekerja daripada meminta-minta. Semangatnya bertahan hidup menjadi bukti bahwa beliau ingin mencari rezeki dengan cara yang penuh kehormatan.
Di balik perjuangannya, Abah memiliki satu harapan sederhana: suatu hari bisa memiliki modal usaha untuk membuka warung kecil di depan rumah, sehingga beliau tidak perlu lagi mengayuh sepeda puluhan kilometer setiap hari. Dengan warung kecil itu, Abah berharap tetap dapat mencari nafkah meski tenaga dan kesehatannya semakin menurun.
Mari bersama hadirkan harapan baru untuk Abah Anas. Dukungan dari Sahabat Baik dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, memberikan modal usaha, serta meringankan perjuangan beliau agar dapat menjalani masa tua dengan lebih layak dan tenang.
Disclaimer:Dana yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari Abah Anas, modal usaha, serta mendukung penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Lentera Pijar Kebaikan.
