Di usia 59 tahun, Mak Nonok menjalani hidup dengan keterbatasan fisik sejak lahir. Namun kondisi tersebut tidak pernah membuatnya memilih untuk menyerah atau bergantung sepenuhnya pada belas kasihan orang lain. Dengan kemampuan yang dimilikinya, Mak Nonok tetap berusaha mencari nafkah sendiri. Dari pagi hingga siang, ia menempuh perjalanan sekitar 3 kilometer demi upah hanya puluhan ribu.
Di tengah perjuangannya memenuhi kebutuhan sehari-hari, hati Mak Nonok justru tetap terbuka untuk orang lain. Saat mendengar kabar saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Sumatra, Mak Nonok merasa sangat sedih. Ia tahu betul rasanya hidup dalam keterbatasan dan kehilangan.
Tanpa banyak bicara, Mak Nonok melakukan hal kecil namun penuh makna. Di lapak jualannya, ia menuliskan sebuah pesan sederhana
“Sebagian hasil penjualan akan disisihkan untuk korban bencana di Sumatra.” Meski penghasilannya pas-pasan, Mak Nonok tetap menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah. Baginya, berbagi bukan soal seberapa besar yang dimiliki, tetapi seberapa tulus niat di dalam hati.
“Kalau kita masih bisa bantu orang lain, berarti Allah SWT masih kasih kita kemampuan,” ucap Mak Nonok pelan.
Dengan fisik terbatas, Mak Nonok tetap berjualan keliling demi kakaknya dan Demi sebuah kepedulian untuk membantu para Korban bencana banjir bandang yang terjadi di Aceh dan Sumatera.
“Kalau bukan saya yang keluar cari uang, siapa lagi? Mak Aning sudah tua. Kasihan kalau masih harus bekerja,” ujarnya.
Mak Nonok tidak memiliki suami, tidak memiliki anak.
Mari bantu Mak Nonok dengan cara :
1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu
3.Pilih metode pembayaran yang tersedia
Semoga setiap rupiah yang kita sisihkan menjadi jalan rezeki untuk Mak Nonok menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuk kita, Aamiin.
