Perjuangan Relawan Muda Mengajarkan Al-Qur'an di Kampung Pemulung

Perjuangan Relawan Muda Mengajarkan Al-Qur'an di Kampung Pemulung

Rp 248.434
terkumpul dari Rp 30.000.000
5 Donatur
27 hari lagi
Bantu Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 27 June 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Global Sedekah Movement

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

24 June 2026

Bantu, Perjuangan Da’i-Da’iah muda dalam Dakwah Marjinal Kata siapa hidup di kota besar itu selalu enak?... Kadang yang terlihat mewah dengan gedung pencakar langit, ternyata di bawahnya tersembunyi sebuah kampung yang kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan orang yang baru melihat pasti bertanya dalam hati, “Kok ada ya kampung seperti ini di tengah ibu kota?”

Itulah kenyataannya. Ada sebuah perkampungan marginal dengan sekitar 310 KK, dan hampir seluruh warganya bekerja sebagai pemulung. Namun di tengah kampung kumuh ini, ada seorang ustadz yang menjadi cahaya harapan bagi warganya. Beliau adalah Ustadz Nadzirin (59 tahun).

Sejak tahun 2016, beliau berinisiatif membuka madrasah dan pengajian gratis untuk anak-anak di kampung tersebut. Hingga tahun 2026, sudah hampir 10 tahun beliau istiqamah menjalankan pengajian marginal ini. Meski begitu, kondisi tempat belajar sangat sederhana. Tidak ada meja lipat untuk membaca dan menulis Iqro atau Al-Qur’an. Ruangan sangat panas karena tidak ada pendingin, sehingga anak-anak sering berkeringat dan bahkan anak di bawah 7 tahun bisa dehidrasi dan sulit fokus belajar. Tikar yang digunakan tipis dan jumlahnya terbatas, serta toilet kurang layak. Kondisi madrasah ini sangat memprihatinkan, tetapi semangat anak-anak untuk belajar agama tetap luar biasa.

Salah satunya adalah seorang anak yatim bernama Haikal (5 tahun). Ayahnya meninggal saat Haikal masih dalam kandungan karena kerusakan organ akibat kecanduan obat terlarang dan minuman keras. Haikal sangat rajin mengaji di pengajian Ustadz Nadzirin dan saat ini masih Iqro 1. Melihat Haikal rajin mengaji dengan Iqro yang sudah lecet bahkan tanpa jilid, ibunya, Mama Yasin (47 tahun), merasa sangat bahagia. Ia berharap Haikal tumbuh menjadi anak sholeh, tidak seperti dirinya yang dulu jauh dari agama.

Mama Yasin sehari-hari bekerja sebagai pemulung, dengan penghasilan sekitar Rp30.000 per minggu dari rongsokan yang dikumpulkan. Jumlah itu tentu tidak cukup untuk makan keluarga. Bahkan, tak jarang Mama Yasin dan Haikal harus menahan lapar saat memulung dan makan sisa makanan dari tempat sampah. Para pengajar di madrasah ini adalah da’i dan da’iah muda dari Jakarta, Bekasi, Depok, hingga Bogor. Semuanya relawan tanpa bayaran. Banyak di antara mereka sudah berkeluarga, ada juga mahasiswa dan pekerja biasa. Setiap hari, dari pukul 18.00 sampai 21.00, mereka mengajar sekitar 90 anak secara berkelompok. Mereka bahkan sering menggunakan uang pribadi untuk biaya operasional perjalanan menuju madrasah. Salah satunya Ustadzah Shopura (30 tahun). Ia berangkat dari Bogor sejak pukul 15.00, naik angkutan umum, KRL, lalu ojek online menuju Jakarta Selatan. Ongkosnya sekitar Rp40.000 pulang-pergi setiap kali mengajar. Padahal saat ini ia sedang tidak bekerja. Meski berat, ia yakin akan ada rezeki di jalan dakwah, apalagi untuk menyelamatkan generasi Islam.

Baik Ustadz Nadzirin maupun Ustadzah Shopura menjadi cahaya harapan bagi warga kampung pemulung ini. Mereka berjuang agar masyarakat bisa keluar dari kehidupan yang jauh dari nilai agama dan kembali mendekat kepada cahaya Islam. Kini, mereka sedang berikhtiar menyelamatkan saudara-saudara kita di kampung pemulung agar lebih dekat dengan agama. Tugas kita adalah mendukung perjuangan mereka dengan membantu kebutuhan fasilitas dan operasional dakwah, agar kita juga mendapat pahala jariyah dari setiap huruf yang dibaca anak-anak tersebut. Sahabat baik, masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi karpet, meja lipat, Al-Qur’an dan Iqro baru, perbaikan toilet, Pendingin ruangn, hingga biaya operasional para relawan. Mari ambil bagian dalam perjuangan dakwah ini. Bantu wujudkan madrasah yang layak bagi anak-anak kampung pemulung. Semoga setiap donasi menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya hingga akhir hayat. Dsiclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mensupport Program Dakwah Marjinal dari mulai pemenuhan Fasilitas Madrasah seperti karpet, meja lipat, Al-Qur’an dan Iqro baru, perbaikan toilet, Pendingin ruangn, hingga biaya operasional untuk para Pengajar Sukarelawan. serta jika terdapat kelebihan dana akan digunakan untuk membantu para Penerima manfaat lainnya yang berada dibawah Program Yayasan Global Sedekah Movement.


Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan hidup dan modal usaha Bu Elis. Jika ada kelebihan dana, akan disalurkan kepada penerima manfaat lainnya yang membutuhkan di bawah naungan Yayasan Global Sedekah Movement




Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Mcd

26 June 2026 - 22:41
Rp 50.000
Amin
JADI#SirkelBaik

Bantu Wujudkan Madrasah Layak untuk Anak-Anak Kampung Pemulung

Global Sedekah Movement
Telah mengajak 0 orang berdonasi
Rp 0