Di balik tawa anak-anak seusia mereka yang sibuk bermain dan bersekolah, ada kisah pilu dua bocah bernama Defa (10 tahun) dan Habibi (9 tahun). Sejak kecil, mereka ditelantarkan orang tuanya. Satu-satunya tempat berpulang hanyalah nenek mereka, Mak Isah (73 tahun).
Namun, ujian hidup seolah tak ada habisnya. Mak Isah kini terbaring sakit lebih dari dua bulan. Kasur tua yang usang menjadi saksi betapa beliau sudah tak lagi mampu berjualan seperti dulu.
Melihat kondisi itu, Defa dan Habibi tak tinggal diam. Mereka yang masih kecil, dengan tubuh mungilnya, memilih berjualan gorengan keliling dari pagi hingga siang. Semua demi bisa membeli obat untuk nenek, sekaligus sekedar memastikan masih ada makanan di atas meja.
Bayangkan, anak seusia mereka yang seharusnya Bersekolah, Bermain, dan Meraih cita-cita. Namun kenyataannya, mereka harus menjadi tulang punggung keluarga. Bahkan, Habibi kini mengalami masalah pada kakinya setelah terjatuh saat berjualan, membuat kakinya panjang sebelah.
Penghasilan mereka? Tak menentu. Kadang hanya Rp15.000 sehari, bahkan sering pulang tanpa membawa uang sama sekali karena gorengannya dingin hingga membuat tak ada yang mau membelinya
Meski hidup begitu berat, mereka tetap tersenyum. Mereka tetap berharap. Defa ingin menjadi tentara, Habibi bercita-cita sebagai pemain sepak bola. Mereka berdoa agar neneknya sehat,
bisa membuka warung di rumah agar tidak perlu keliling lagi, dan mereka bisa kembali bersekolah.
Orang baik, Tanpa uluran tangan kita, cita-cita itu mungkin hanya tinggal mimpi. Mak Isah bisa semakin sakit, Defa dan Habibi bisa benar-benar putus sekolah.
Sekecil apapun bantuanmu, akan sangat berarti bagi kehidupan mereka. Mari selamatkan masa depan dua bocah pejuang kecil ini dengan cara berikut:
Klik Tombol Donasi Sekarang
Masukkan nominal donasi
Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
Dapatkan Laporan Via Email