Fardan, Bocah Penyemir Sepatu yang Berjuang Demi Keluarganya
“Semir sepatu, pak… dua ribu aja pak.”
Begitulah suara lirih Fardan (14 tahun) setiap kali menawarkan jasa di pinggir jalan sepulang sekolah. Dengan kotak semir tua di pundaknya, ia berkeliling menembus keramaian kota demi mendapat uang receh untuk keluarganya.
Seharusnya ia sibuk belajar dan bermain seperti anak seusianya. Namun hidup memaksanya tumbuh dewasa terlalu cepat. Dalam sehari, kadang ia hanya membawa pulang Rp5.000. Bahkan seringkali pulang dengan tangan kosong.
Di rumah, Fardan adalah satu-satunya tumpuan. Ibunya terbaring lemah karena komplikasi diabetes, tubuhnya kian kurus dan sulit bergerak. Ayahnya lumpuh sebagian akibat stroke, hanya bisa berjalan dengan tongkat dan menahan nyeri yang tak kunjung reda. Sementara neneknya kehilangan penglihatan karena katarak, kini hanya bisa berbaring dalam kesepian.
Meski hidup begitu berat, Fardan masih menyimpan mimpi:
“Aku mau terus sekolah, biar bisa jadi tentara. Aku mau jaga Ibu, Ayah, sama Nenek. Aku pengin bahagiain mereka.”
Di sela-sela menawarkan jasa semir, Fardan membuka buku lusuhnya, mengerjakan tugas sekolah di pinggir jalan. Ia tahu, pendidikan adalah harapan terakhir untuk masa depan yang lebih baik.
Namun, semangatnya bisa padam jika ia harus berjuang seorang diri.
🌿 Insan Baik, mari bantu Fardan menjaga harapannya tetap hidup.
Dengan donasi Anda, kita bisa membantu biaya pendidikan Fardan, pengobatan ibu, ayah, dan neneknya, serta kebutuhan sehari-hari keluarga kecil ini.
📌 Cara Donasi:
1.Klik Tombol Donasi Sekarang
2.Masukkan nominal donasi
3.Pilih metode pembayaran (GoPay/OVO/Virtual Account)
4.Dapatkan laporan via email