Mikul Beratnya Bilik di Usia Renta Demi Bertahan Hidup

Mikul Beratnya Bilik di Usia Renta Demi Bertahan Hidup

Rp. 1.265.000
terkumpul dari Rp. 30.000.000
42 Donatur
18 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 30 August 2025 03:00 WIB

Penggalang Dana

WAN Kuningan

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

18 August 2025

Tanpa ragu kakek yang akrab disapa Abah Kemed ini tetap melangkah mengelilingi kota untuk menjajakan bilik bambu yang ia pikul sedari pagi.

 

Tubuh bungkuknya ia paksakan untuk mengangkat bilik bambu dan membawanya berkilo-kilo meter sampai ada yang membeli dagangannya.

 

 

Mungkin kamu akan bertanya-tanya, ketika tahu kakek berusia 85 tahun ini ternyata berjualan bilik keliling untuk menghidupi diri dan istrinya. Sudah 50 tahun lebih Abah Kemed berjualan bilik keliling.

 

Di usianya yang sudah semakin renta, sulit baginya untuk mencari pekerjaan lain. Alhasil, Abah Kemed kembali menggantungkan hidup pada bilik yang ia pikul setiap harinya.

 

 

Satu per satu orang yang ditemui, ia tawarkan bilik yang dibawanya. Namun, kebanyakan berujung pada penolakan. Abah Kemed hanya bisa pasrah dan kembali melanjutkan perjalanan, sampai harapannya untuk menjual satu bilik terwujud.

 

 

Kakinya seringkali bergetar setelah menempuh jarak berkilo-kilo meter. Punggungnya terasa sakit, sehingga Abah Kemed harus beberapa kali istirahat di setiap perjalanannya.

 

 

Karena sudah jarang ada yang pakai bilik, dagangan Abah Kemed sering tidak laku. Kalau laku pun, Abah Kemed bisa membawa pulang uang sekitar 10-25 ribu rupiah.

 

Penghasilannya itu hanya cukup untuk makan ia dan istrinya. Makannya pun hanya seadanya, ada tahu dan tempe saja sudah bersyukur. Apalagi jika ada ikan asin sebagai lauk mereka.

 

 

Di usia yang sudah memasuki 85 tahun, seharusnya Abah Kemed bisa beristirahat dan makan-makanan bergizi agar kesehatannya terjaga. Namun apa daya, Abah Kemed masih harus mencari sesuap nasi.

 

 

Harapan Abah Kemed untuk saat ini tidaklah banyak, ia hanya ingin memiliki tabungan di masa tuanya dan abah ingin memiliki usaha walaupun usaha kecil, agar abah tidak harus berjualan keliling lagi.

 

#OrangBaik, kamu pasti setuju jika Abah Kemed seharusnya bisa mendapatkan masa senja yang lebih baik dari ini. Yuk sama sama kita bantu wujudkan harapan lansia seperti Abah Kemed.

 

1. Klik Tombol Donasi Sekarang

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)

4. Dapatkan Laporan Via Email

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

30 August 2025 01:10
Rp. 50.000
Amin
JADI#temanbaik

Nafas Terengah-engah Mikul Puluhan Kilo Bilik Untuk Bertahan Hidup

WAN Kuningan
Telah mengajak 5 orang berdonasi
Rp. 195.000