Di usia 77 tahun, saat banyak orang seusianya sudah beristirahat di rumah, Kakek Latif justru masih harus menyusuri jalanan dari pagi hingga menjelang malam. Setiap langkahnya pelan, tertahan, dan penuh rasa sakit.
Dengan satu tongkat kecil sebagai penopang, Kakek Latif berjalan dari gang ke gang mencari barang bekas.
Kakinya sering ngilu, matanya perih, dan penglihatannya makin kabur, tapi ia tidak punya pilihan lain. Kalau berhenti bekerja, tak ada yang bisa menutup kebutuhan makan apalagi biaya berobatnya.
Pendapatan beliau hanya Rp7.000–10.000 per hari.
Uang sekecil itu harus dibagi untuk makanan dan obat. Sering kali tidak cukup, dan Kakek Latif memilih menahan sakitnya… melanjutkan langkah meski tubuhnya memohon untuk berhenti.
Di usia setua ini, beliau seharusnya mendapatkan ketenangan. Namun hidup memaksanya terus berjuang seorang diri.
ð Bantu ringankan langkah Kakek Latif.
Setiap donasi akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian, biaya berobat, dan memberikan ruang aman bagi beliau untuk beristirahat tanpa harus memaksakan diri.
Mari jadi bagian dari kebaikan yang menjaga beliau tetap kuat.