MAKAN SISA SAYURAN BUSUK!! Bantu Mak Juariah Hidup Lebih Layak

MAKAN SISA SAYURAN BUSUK!! Bantu Mak Juariah Hidup Lebih Layak

Rp 70.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
2 Donatur
18 hari lagi
BANTU SEKARANG!!
Terakhir diperbarui pada 03 March 2026 18:00 WIB

Penggalang Dana

Global Sedekah Movement

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Miris Lansia Mulung Sayuran Busuk Demi Bisa Makan

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

18 February 2026

“Kan Emak teh bade meser cup plastik ku artos receh. Pas Emak naros, ‘Sep ari ieu sabaraha?’… eh pedagangna ngajawab ketus, ‘Ah moal kabeli ku Emak mah…”.

 

Kalimat itu masih jelas teringat oleh Mak Juariah (64 tahun), Nada bicaranya menusuk, seolah merendahkan Emak hanya karena beliau seorang pemulung sayuran busuk.

 

Sudah lebih dari 12 tahun Mak Juariah, seorang lansia, bertahan hidup dengan memulung sayuran rusak bahkan busuk di sebuah pasar induk. Pekerjaan ini bukanlah pilihan awal dalam hidupnya.

Rasa malu pernah begitu besar, takut dikenali orang kemudian dihina. Namun lapar memaksa keberanian tumbuh, dan rasa malu pun ia kubur dalam-dalam.

 

Setiap hari, Mak Juariah harus menyusuri tumpukan sayuran busuk yang dibuang pedagang. Pernah suatu waktu beliau dituduh mencuri, hanya karena hasil sayurannya lebih banyak dari yang lain.

Padahal sebagian sayuran itu memang diberikan langsung oleh pedagangnya.

Namun tidak semua pedagang bersikap baik. Ada yang sinis, ada pula yang membentak ketika Emak memulung di dekat lapaknya,

 

“Tong didinya lah, ngahalangan nu meuli… tong didinya atuh meuni ngajedog didinya!” Ungkap Mak

Juariah sambil menirukan nada keras pedagang tersebut.

Atau ada juga yang memandang penuh curiga, seolah Emak akan berbuat jahat. Padahal beliau hanyalah seorang lansia yang sedang berikhtiar menyambung hidup, mencari sisa sayuran yang busuk

agar bisa makan hari ini. Hingga kini, Mak Juariah masih melakukan pekerjaan itu. Beliau berangkat pukul 8 malam dan baru

pulang sekitar pukul 7 pagi. Setiap malam, beliau memulung sayuran rusak yang masih bisa dijual atau

dimakan.

 

Sesampainya di rumah, sayuran itu dicuci, dipilah, dan dibersihkan kembali, dibantu anaknya. Yang masih layak dijual akan diikat atau dibungkus, sementara yang sudah tak layak, dibersihkan lagi untuk

menu makan hari itu.

 

Tanpa tidur semalaman, Mak Juariah kemudian berjalan kaki menjajakan sayuran. Tak jarang beliau

ketiduran saat beristirahat karena kelelahan. Hujan dan panas tak pernah jadi alasan untuk berhenti.

Sayuran dijual Rp5.000 per ikat, bahkan ada yang dihutang oleh pembeli tanpa tahu kapan akan dibayar. Penghasilan Mak Juariah tidak lebih dari Rp70.000 per hari, namun ongkos ke pasar induk dari

Rumahnya harus naik angkot 3 kali, total Rp40.000 pulang pergi, Artinya keuntungan bersih yang ia bawa pulang hanya sekitar Rp30.000.

Dan jika tak punya ongkos, Mak Juariah terpaksa meminjam ke tetangga, lalu membayarnya setelah

sayurannya laku.

“Teu nanaon kengeng untung alit tina icalan sayur, nu penting Emak jeung Bapak tiasa kengeng Sayuran kanggo tuang ayeuna…”. Ucapnya lirih, penuh ketegaran.

 

Saat ini Mak Juariah dan suaminya Abah Ade (72 tahun) menumpang tinggal di rumah kontrakan anaknya yang sudah menikah. Meski hidup serba kekurangan, mereka tak ingin menjadi beban.

 

Terlebih sang suami telah lama mengalami kebutaan akibat penyakit gula darah, sehingga tidak bisa bekerja. Makanya Mak Juariah menjadi satu-satunya tumpuan hidup.

 

Beliaupun sangat berharap bisa memiliki modal usaha agar dapat berjualan sayur dengan lebih layak, tanpa harus memulung terlebih dahulu. Dengan sayur yang lebih baik, harga jual bisa meningkat, dan

kehidupannya pun sedikit lebih ringan.

 

Sahabat Kebaikan sekecil apa pun bantuan kita, itu bisa menjadi jalan perubahan besar bagi Mak Juariah. Mari bersama kita bantu menghadirkan harapan, agar beliau bisa berdagang dengan layak dan menjalani hari tua bersama Suaminya dengan lebih manusiawi.

Yuk sisihkan sebagian rezeki terbaik kita untuk Mak Juariah, karena berbagi hari ini, bisa menjadi kehidupan yang lebih baik esok hari.

 

Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk Modal usaha Mak Juariah, Pemenuhan kebutuhan hidupnya, Pemenuhan penunjang kesehatan nya dan jika terdapat kelebihan dana akan digunakan untuk pemenuhan para Penerima Manfaat lainnya yang berada dibawah Program-program Yayasan Global Sedekah Movement.

 

 

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

21 February 2026 05:59
Rp 50.000
Amin