"Cuma punya nenek satu-satunya, orangtuanya pergi 6 tahun lalu tanpa kabar..."
Di usia 72 tahun, Mak Rizi masih harus berjuang keras demi cucunya, Davin, yang lumpuh total sejak usia 4 tahun. Sejak orang tua Davin pergi dan tak pernah kembali, Mak Rizi menjadi satu-satunya harapan hidup bagi sang cucu. Setiap hari, ia berjalan kaki sejauh 10 km menjajakan sayur, gula merah, dan makanan ringan keliling kampung, hanya untuk mendapatkan penghasilan Rp10.000 – Rp15.000 per hari.
Dengan penghasilan yang sangat terbatas, Mak Rizi harus mencukupi kebutuhan hidup mereka berdua, termasuk membeli obat dan popok untuk Davin. Pengobatan cucunya sering tertunda karena tak ada biaya, bahkan untuk makan pun kadang harus berutang ke warung atau tetangga. Di tengah kondisi fisik yang makin renta, Mak tetap kuat karena ia tahu tidak ada yang akan menjaga Davin selain dirinya.
Mak Rizi hanya ingin bisa berjualan dari rumah agar tetap bisa merawat Davin dengan baik. Dengan modal kecil untuk membuka warung, ia berharap tak perlu lagi meninggalkan cucunya terlalu lama setiap hari. Mari bersama kita bantu Mak Rizi dan Davin, agar mereka bisa hidup lebih layak dan penuh harapan.
Bantu Mak Rizi dapatkan kehidupan yang layak dengan cara:
Kamu juga bisa bantu bagikan galang dana ini, agar semakin banyak do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin