Setiap hari, dengan tubuh yang lemah dan kondisi penglihatan yang sudah buta, Pak Yana (40 tahun) tetap melangkahkan kakinya sejauh lebih dari 10 km demi menjajakan kerupuk keliling.
Sejak pukul 8 pagi hingga sore hari, ia berjalan menyusuri jalan demi jalan dengan penghasilan rata-rata hanya Rp30.000 per hari, bahkan tak jarang pulang tanpa sepeserpun karena dagangannya tak laku.
Derita yang ia alami kian berat setelah setahun terakhir didiagnosa menderita radang usus. Rasa nyeri hebat sering kali menyerangnya saat berjualan, namun ia terpaksa menahannya karena satu-satunya sumber kehidupan bagi dirinya dan istrinya hanyalah dari hasil berjualan itu.
Tanpa anak, hanya sang istri yang setia mendampingi, meski keterbatasan biaya membuatnya harus menghentikan pengobatan medis yang sebenarnya sangat ia butuhkan.
“Jangankan untuk biaya berobat, kebutuhan sehari-hari pun seringkali tidak cukup,” ucapnya lirih.
Meski demikian, Pak Yana tetap memiliki mimpi sederhana: bisa melanjutkan pengobatan agar sembuh, tetap bekerja untuk menafkahi sang istri, dan jika rezeki mengizinkan, menyewa sebuah kios kecil agar tidak perlu lagi berjalan jauh setiap hari dengan risiko kesehatan dan keselamatan yang mengintai.
Bagi kita, mungkin jumlah biaya yang dibutuhkan terlihat kecil, tetapi bagi Pak Yana itu adalah harapan besar untuk bisa hidup lebih layak. Mari bersama-sama bantu wujudkan mimpi Pak Yana agar bisa sehat, sembuh, dan memiliki kios sederhana untuk berdagang.
1. Klik Tombol Donasi Sekarang
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
4. Dapatkan Laporan Via Email