Bantu Bocah 7 Tahun Berjuang Jual Bubur Demi Bisa Sekolah

Bantu Bocah 7 Tahun Berjuang Jual Bubur Demi Bisa Sekolah

Rp 100.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
1 Donatur
81 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 04 March 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Kebaikan Ramadan untuk Semua

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

03 March 2026

Di usia 7 tahun, Adit seharusnya sibuk bermain dan belajar. Namun setiap hari Minggu dan sepulang sekolah, ia membantu neneknya berjualan bubur keliling kampung. Dengan langkah kecilnya, Adit sudah terbiasa melayani pembeli sendiri. Bukan karena ingin cepat dewasa, tapi karena keadaan memaksanya.

 

 

Sejak lahir, Adit tak pernah merasakan pelukan utuh seorang ibu dan tak pernah mengenal sosok ayah. Ibunya adalah korban pelecehan dan kini mengalami gangguan mental serta saraf yang membuatnya tak mampu merawat Adit. Bahkan, Adit kerap menerima perlakuan kasar saat bertemu sang ibu. Demi keselamatan cucunya, Nek Ihat (61 tahun) mengambil alih pengasuhan seorang diri sejak Adit bayi.

 

 

Nek Ihat yang sudah lanjut usia berjualan bubur seharga Rp3.000–5.000. Jika habis. Tapi sering kali seharian hanya membawa pulang Rp13 ribu—bahkan bubur tak terjual dan terbuang sia-sia. Untuk biaya sekolah saja mereka menunggak kebersihan Rp15.000 per bulan selama 5 bulan. Tas Adit yang sobek harus dijahit ulang. Seragam batik hanya pemberian tetangga.

 

 

Mereka tinggal di rumah tua di pinggir sungai yang bocor dan kerap kebanjiran saat hujan deras. Makan seadanya, terkadang hanya bubur sisa jualan. Nek Ihat tak pernah ingin membawa Adit berjualan, tapi tak ada lagi yang bisa menjaga dan membantu.

 

 

Sahabat baik, Adit tidak memilih lahir dalam keadaan ini.

Ia hanya ingin sekolah, punya tas baru, dan hidup layak seperti teman-temannya. Nek Ihat hanya ingin cucunya bisa lulus sekolah dan punya masa depan lebih baik.

 

 

Mari bersama kita ringankan beban mereka.

Donasi Anda akan membantu kebutuhan sekolah Adit, biaya hidup sehari-hari, serta mendukung usaha bubur agar lebih stabil.

 

Jangan biarkan masa kecil Adit habis di jalanan.

Bantu hari ini, agar Adit bisa tetap sekolah dan tumbuh dengan harapan.

 

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Dapatkan Laporan Via Email

 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

03 March 2026 20:24
Rp 100.000
Amin
Semoga sehat terus ya nak.. tumbuh kuat, sholeh dan selalu percaya ada kebaikan di setiap ketetapan Allah SWT.