“Setiap kali Ashraf menangis, benjolan di pipinya terlihat makin merah dan menegang… hati saya hancur. Dia masih bayi, tapi harus menanggung sakit seberat ini.” - ucapan lirih orang tua Ashraf yang tak kuasa menahan air mata.
Ashraf adalah malaikat kecil yang seharusnya tumbuh dengan tawa ceria dan pipi montok yang sehat. Namun kenyataannya, hari-harinya justru diisi dengan tangisan menahan nyeri. Sejak usia 21 hari, muncul tanda merah di pipinya yang awalnya dikira hanya tanda lahir biasa. Siapa sangka, tanda itu berubah menjadi Tumor Pembuluh Darah (Hemangioma) yang kini membesar, membuat pipinya bengkak tak wajar dan terasa sangat menyakitkan.
Belum sempat bernapas lega, cobaan kembali datang. Dokter menemukan benjolan lain di kepala Ashraf. Hingga kini, jenis benjolan tersebut masih belum terdeteksi. Ancaman yang menakutkan pun membayangi, jika terlambat ditangani, tumor bisa pecah atau menjalar ke jaringan vital. Dokter menyarankan tindakan segera: kontrol ketat, biopsi, bahkan operasi pengangkatan.
Di balik rasa sakit Ashraf, ada seorang Ayah yang berjuang sendirian di tanah rantau. Ia bekerja sebagai buruh bangunan di Kuningan, dengan upah hanya Rp75.000 per hari. Upah itu bahkan nyaris tak cukup untuk makan dan susu Ashraf, apalagi biaya pengobatan yang bisa mencapai puluhan juta rupiah.
“Untuk makan dan susu Ashraf saja pas-pasan… bagaimana saya bisa mengumpulkan biaya operasi?”
Keluh Sang Ayah dengan mata berkaca-kaca.
Jarak yang jauh, biaya yang besar, dan waktu yang terus berjalan menjadi tembok tebal yang menghalangi kesembuhan Ashraf. Jika tak segera dibantu, pengobatan Ashraf terancam terhenti dan nyawanya menjadi taruhannya.
Orang Baik, Ashraf butuh pertolonganmu sekarang.
Jangan biarkan tumor itu terus membesar dan merenggut senyum bayi mungil ini. Sekecil apa pun bantuanmu, sangat berarti untuk masa depan Ashraf.
1. Klik Tombol Donasi Sekarang
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Dapatkan Laporan Via Email
