GLAUKOMA dan Mata Nyaris Keluar, Bantu Givar Sembuh!

GLAUKOMA dan Mata Nyaris Keluar, Bantu Givar Sembuh!

Rp 70.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
3 Donatur
24 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 04 February 2026 12:00 WIB

Penggalang Dana

SAPA Foundation

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
MATA HAMPIR KELUAR!! Bantu Givar Sembuh Dari GLAUKOMA

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

27 January 2026

Di usia di mana anak-anak lain berlari, tertawa, dan belajar mengenal dunia, Givar justru harus berjuang melawan rasa sakit...

 

 

Sejak lahir, mata Givar sudah berbeda. Bola matanya tampak tidak normal. Dokter menyarankan pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit, namun keterbatasan biaya membuat orang tuanya hanya bisa merawat Givar seadanya di rumah. Waktu terus berjalan. kondisi mata Givar semakin memburuk. Area di sekitar matanya menghitam, rasa sakit mulai datang, dan akhirnya di usia 6 bulan, orang tuanya membawa Givar ke RSUD.

 

 

Hasil pemeriksaan sungguh memilukan.

Givar harus segera dirujuk ke RS Cicendo Bandung.

 

“Saya bingung waktu dokter memberi rujukan ke Bandung… penghasilan kami hanya cukup untuk makan sehari-hari,” ucap sang ayah dengan mata berkaca-kaca.

 

Dengan bantuan warga sekitar, Givar akhirnya bisa dibawa berobat. Pemeriksaan demi pemeriksaan dilakukan, hingga keputusan berat itu datang: mata kiri Givar harus diangkat. Mata itu sudah tidak berfungsi dan mengancam mata satunya. satu-satunya harapan penglihatan yang ia miliki.

 

Operasi pertama berhasil. Mata Givar diganti dengan mata palsu agar rongga matanya tidak mengecil. Namun waktu berlalu, tubuh Givar tumbuh, sementara mata palsu itu tak lagi sesuai. Terlalu kecil. Sering terlepas. Sering ia copot sendiri.

 

 

Dokter menyarankan penggantian mata palsu baru.

Namun harganya… Rp4.000.000 untuk kualitas biasa, bahkan bisa mencapai Rp15.000.000 untuk kualitas yang lebih baik. Angka yang terasa mustahil bagi keluarga Givar.

 

Kini, Givar hanya bisa melihat dengan sebelah mata.

Dan yang lebih menyayat hati, mata itu pun terancam buta.

 

Mata kanan Givar menonjol, hampir keluar akibat sering digaruk. Rasa gatal dan perih membuatnya tak nyaman. Bahkan saat tertidur pun, Givar sering menangis sambil menggaruk matanya. Seorang anak kecil, menangis dalam gelap, menahan rasa sakit yang tak bisa ia ceritakan dengan kata-kata.

 

 

Ayah Givar hanyalah buruh tani serabutan. Penghasilannya sekitar Rp60.000 per hari, itupun tidak setiap hari hanya saat musim sawah. Pinjaman untuk pengobatan sebelumnya pun belum lunas. Tak ada lagi yang bisa dipinjam. Pandemi merenggut pekerjaan lamanya, dan kini ia hanya bisa berjuang seadanya demi keluarganya, termasuk merawat nenek Givar yang sudah lanjut usia.

 

Lebih Pilunya lagi adalah saat Givar berkata pada ayahnya,

“Ayah… aku mau sekolah.”

 

Sang ayah hanya bisa memeluknya erat dan berbisik,

“Nanti ya Nak… kalau sudah sembuh.”

 

 

Hari ini, harapan Givar ada di tangan kita semua.

Harapan agar satu-satunya mata yang ia miliki bisa diselamatkan.

Harapan agar ia bisa melihat dunia, mengenal huruf, membaca doa, dan merasakan bangku sekolah seperti anak-anak lain.

 

Kami mengajak Sahabat SAPA dan seluruh #OrangBaik untuk menjadi bagian dari perjuangan kecil ini.

Mari bantu Adik Givar melanjutkan pengobatan dengan:

 

1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”

 

2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu

 

3.Pilih metode pembayaran yang tersedia

 

Jika belum bisa berdonasi, mohon bantu dengan membagikan halaman galang dana ini, agar semakin banyak tangan baik yang ikut menggenggam harapan Givar.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

31 January 2026 10:40
Rp 20.000
Amin