URGENT! Bantu Tukang Jahit Berjuang Obati Anak dengan Kelainan Anus!

URGENT! Bantu Tukang Jahit Berjuang Obati Anak dengan Kelainan Anus!

Rp 510.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
9 Donatur
6 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 16 January 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ruang Harsa

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

23 December 2025

“Zihan bauu… Zihan bauu… kata teman-teman sebayanya. Makanya saya belum berani bolehin dia keluar rumah. Padahal Zihan pengen sekolah sama ngaji. Tapi saya pengen e’e-nya lewat anus dulu. Soalnya Zihan belum bisa ngurus dirinya sendiri,” lirih Bu Ainun (48 Tahun) sambil menangis.

 

 

Usia Zihan sudah lebih dari 6 tahun, tapi ia belum sekolah dan belum disunat. Selain karena tidak ada biaya, kondisi kelaminnya juga sudah membengkak sejak 3 tahun terakhir. Saat Zihan kecapekan, menangis, atau batuk, pembengkakan itu makin parah. Setiap kencing terasa nyeri dan menyakitkan. Ditambah lagi, sejak lahir Zihan tidak memiliki lubang anus.

 

 

Karena itu, sampai sekarang Zihan BAB melalui lubang di pinggang sebelah kiri, dengan usus besar yang keluar dari tubuhnya. Zihan tidak bisa mengontrol BAB-nya. Setiap kali makan, kotoran pasti keluar lagi. Bahkan saat ia menahan kencing pun, Air kencing nya bisa keluar lewat usus tersebut.

 

 

Kondisi ini membuat hidup Zihan sangat berbeda dari anak-anak seusianya. Anak lain bisa sekolah, mengaji, dan bermain bebas. Sementara Zihan hanya bisa duduk di depan rumah, menatap teman-temannya bermain. Kadang ada anak yang mengajaknya untuk ikut bermain, tapi Zihan menolak. Ia malu dan takut diejek karena bau saat kotoran atau air kencing keluar tiba-tiba.

 

 

Usus besar Zihan hanya dibungkus plastik sayur seharga Rp2.000 per bungkus yang dapat dipakai selama seminggu. Namun plastik itu sering membuat kulit di sekitar pinggang Zihan iritasi, ruam, bahkan bernanah selama berhari-hari. Jika memakai kantong kolostomi yang lebih aman, Bu Ainun tidak sanggup membelinya. Harganya Rp35.000 per buah dan hanya bisa dipakai dua hari, itupun masih sering bocor.

 

Operasi anus Zihan belum bisa dilakukan meski sudah 6 kali tindakan medis. Penyebabnya, Bu Ainun masih memiliki tunggakan BPJS kelas 3 selama satu tahun sebesar Rp1.266.000. Selain itu, lubang sumber cairan di anusnya belum ditemukan dan pembengkakan di kelaminnya juga harus sembuh terlebih dahulu. Jika operasi dipaksakan, dokter khawatir nyawa Zihan terancam.

 

Zihan sangat ingin sekolah seperti teman-temannya yang lain. Ia juga ingin disunat. Tapi semua itu belum bisa terwujud. Setiap hari Zihan hanya bisa berharap sambil mendoakan ibunya,

“Mamah cing enggal seueur acis nya…” ucap Zihan hampir setiap hari pada Bu Ainun.

 

 

Bu Ainun sebelumnya bekerja sebagai tukang jahit di sebuah konveksi dekat rumah. Namun beberapa bulan terakhir ia dirumahkan karena tidak ada pekerjaan. Beruntung ia memiliki mesin jahit pemberian orang baik, lalu Ia membuka jasa permak pakaian dengan tarif Rp5.000–Rp15.000. Penghasilannya paling Rp20.000 per hari, itupun tidak setiap hari ada pelanggan.

 

Ironisnya, kini mesin jahit satu-satunya itu rusak. Otomatisnya rusak sehingga Benang tidak bisa menganyam ke kain, makanya mesin tersebut tidak bisa dipakai. Akibatnya, Bu Ainun benar-benar kehilangan penghasilan. Sedangkan Suaminya, Pak Wawan (51 Tahun), hanya bekerja sebagai cleaning service di sebuah gudang dengan gaji Rp300.000 per minggu. Penghasilan itu hanya cukup untuk makan sehari-hari bersama tiga anak yang masih tinggal serumah.

 

Di tengah hidup yang serba kekurangan ini, Bu Ainun tetap menyimpan harapan besar. Ia ingin melihat Zihan sembuh dan hidup normal seperti anak lainnya. Ia ingin melihat Zihan disunat, sekolah, dan bermain tanpa rasa malu. Bu Ainun juga berharap bisa memperbaiki mesin jahitnya, agar kembali punya penghasilan dan bisa terus berjuang demi masa depan anaknya.

 

 

Sahabat Kebaikan, Zihan hanya ingin hidup seperti anak-anak lainnya. Ia ingin sekolah, ingin mengaji, ingin bermain tanpa rasa malu. Namun hingga hari ini, Zihan masih harus menahan sakit, menahan ejekan, dan menahan mimpinya sendiri karena kondisi tubuhnya dan keterbatasan biaya keluarga.

 

 

Setiap hari, Bu Ainun hanya bisa menguatkan diri sambil menangis pelan, berharap suatu saat Zihan bisa BAB normal melalui anus, bisa disunat, dan bisa melangkah ke sekolah dengan percaya diri. Sementara penghasilan keluarga sangat terbatas, bahkan mesin jahit satu-satunya sumber nafkah kini rusak. 

 

Mari kita ringankan beban kecil Zihan dan keluarganya. Bantuan dari Orang Baik akan sangat berarti untuk Perbaikan mesin jahit agar Bu Ainun bisa kembali bekerja, Biaya Pendidikan Zihan, Biaya Sunnat Zihan, Biaya Pemenuhan penunjang kesehatan Zihan serta Pemenuhan Kebutuhan hidup sehari-hari keluarga Bu Ainun.

Sahabat Kebaikan Sekecil apa pun donasi Anda, adalah harapan besar bagi Zihan.

 

1. Klik "DONASI SEKARANG" 

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran

4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran 

5. Dapatkan laporan melalui email

 

 

Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk biaya Pemenuhan penunjang kesehatan Zihan serta Pemenuhan Kebutuhan hidup sehari-hari keluarga Bu Ainun. Dan jika terdapat kelebihan dana, akan digunakan untuk Penerima manfaat lain nya serta Program- program yang berada dibawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

habib ziadi

26 December 2025
Rp 20.000
Amin
JADI#SirkelBaik

URGENT!! Zihan Butuh Pertolongan Segera Dari Kelainan ususnya yang Keluar

Ruang Harsa
Telah mengajak 6 orang berdonasi
Rp 420.000