Hingga saat ini Abah Manap masih bekerja sebagai buruh cangkul (macul) meski usianya kian renta. Dari hasil kerjanya, beliau berusaha memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mengurus anaknya yang menyandang disabilitas.
Saat kami berkunjung, Abah Manap sedang bekerja macul karena ada panggilan kerja. Di tengah kondisi fisik yang terbatas, beliau tetap berangkat demi tanggung jawab sebagai kepala keluarga.
Sebagai bentuk kepedulian, penyaluran donasi telah diberikan berupa uang tunai untuk membantu kebutuhan mendesak serta sembako untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga Abah Manap.
Terima kasih kepada orang-orang baik atas kepeduliannya. Mohon doa terbaik agar Abah Manap senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan dalam setiap langkahnya. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan yang telah dititipkan untuk beliau dengan pahala dan keberkahan 🤲