CACAT DAN TAK BISA BICARA! Bantu Lansia Penjual Kopi Bisa Hidup Layak!

CACAT DAN TAK BISA BICARA! Bantu Lansia Penjual Kopi Bisa Hidup Layak!

Rp 1.920.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
61 Donatur
0 hari lagi
Bantu Larisin Kopi Abah Isep Yuk!
Terakhir diperbarui pada 29 November 2025 00:00 WIB

Penggalang Dana

Asih Bumi Insani

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
TUBUH RAPUH DAN TAK BISA BICARA! Bantu Juang Abah Pedagang Kopi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

29 October 2025

Abah Isep hidup dalam keterbatasan fisik sejak lahir. Ia tidak bisa berbicara dan tubuhnya jauh lebih lemah dibanding orang lain. Saat masih muda, Abah masih sanggup beraktivitas meski perlahan-lahan, bahkan sempat berjualan keliling sambil menjinjing kotak dagangan. Namun, sejak usianya menginjak 50 tahun, kondisinya menurun drastis. Tubuhnya mulai kejang, tangan menekuk sendiri, dan kini untuk berdiri pun ia membutuhkan bantuan.

Pernah abah saat berjualan terjatuh dan tidak bisa bangun kembali sampai diantar pulang oleh warga yang melihat. Kondisi ini membuat Abah Isep memerlukan pendampingan penuh saat berjualan. Terlebih lagi, ada kekhawatiran karna pernah terjadi hal buruk, seperti orang jahat yang mengambil hasil dagangannya, Abah Isep tidak akan mampu membela diri dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, dan hal tersebut tentu sangat membahayakan keselamatannya. 

Di tengah kondisi itu, Abah Isep tetap memilih untuk tidak menyerah. Ia tinggal bersama kakak kandungnya, Mak Eulis, dan suami Mak Eulis, Pa Bunbun, yang sejak lama menjadi tulang punggung keluarga. Meskipun penghasilan Pa Bunbun sebagai tukang ojek dan kuli bangunan hanya sekitar Rp20.000 - Rp30.000 per hari, ia tetap setia menafkahi semua anggota keluarga, termasuk Abah Isep. Tak ada keluhan, hanya syukur dan keteguhan hati.

 

Meski Abah Isep tak lagi bisa berjalan sendiri, semangatnya untuk bekerja tak pernah padam. Ia gelisah jika hanya diam di rumah. Ia ingin tetap bermanfaat, ingin ikut mencari rezeki walau tubuhnya sudah tak sanggup berdiri tegak. Keluarga sempat menolak niat itu karena khawatir akan keselamatannya. Namun, tekad Abah begitu kuat hingga akhirnya keluarga mengalah dan mengizinkannya berjualan dengan syarat, harus selalu didampingi dan diawasi.

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

22 November 2025 12:12
Rp 25.000
Amin