Puluhan tahun hidup dengan punggung yang membungkuk, Nenek Raswi (82) seorang lansia sebatangkara yang harus berjuang untuk hidup tanpa ada keluarga yang menemainya.
Tinggal disebuah ruangan kecil yang penuh dengan perabotan seadanya, nek raswi melakukan segala aktivitas di ruangan tersebut yang merupakan hasil dari kebaikan seorang warga yang merasa kasihan dengan keadaan nek raswi.
Nek Raswi bercerita bahwa dahulu ia bersama keluarganya tinggal di kota besar tapi setelah suaminya meninggal ia harus bekerja menjadi asisten rumah tangga untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Tetapi, ada kejadian tak terduga saat bekerja, nek raswi terjatuh dari lantai 2 yang menyebabkan punggungnya membungkuk hingga saat ini. Setelah kejadian tersebuh nek raswi harus pulang ke kampung halaman.
Kejadian pilu harus terulang kembali, kedua anak nek raswi juga harus meninggal dunia secara berturut-turut akibat sakit yang dideritanya sehingga akhirnya nek raswi harus berjuang untuk hidup seorang diri tanpa ada keluarga satupun disisinya. “Sakit ditinggalin suami, sama anak juga, sekarang harus tinggal sendirian” Ucap nek raswi
Seiring dengan tubuhnya yang semakin hari semakin tua dan renta sakit-sakitan, pendengaran nek raswi sudah tidak berfungsi dengan baik. Selain itu, sering merasakan kaku di area punggung dan juga kakinya yang sering kali merasa pegal dan lemas. Terlebih lagi karena tubuhnya yang membungkuk membuat nek raswi kesulitan untuk melakukan segala aktivitas.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, nek raswi hanya mengharapkan belas kasihan dari orang-orang karena ia tidak bisa bekerja. “ Kerasa cape kalo hidup sendiri, mikir sendiri, sekarang makan atau engga tergantung ada rezekinya. Untung aja rezeki ada dari mana-mana” Lirih nek raswi.
Saat memasak nek raswi harus menggunakan kayu bakar karena ia tidak memiliki kompor gas. Terlebih lagi letak dapurnya yang berada di luar ruangan membuat nenek raswi tidak bisa selalu memasak karena jika hujan tungku apinya akan basah dan jika malam tidak ada penerangan di dapurnya tersebut.
Di usia yang seharusnya bisa mendapatkan kenyamanan dan keamanan. Tapi tidak bisa dirasakan oleh nek raswi. Untuk makan saja ia seringkali kebingungan. Nek raswi hanyalah salah satu lansia yang harus berjuang hidup seorang diri. Masih banyak lansia diluar sana yang harus terus berjuang untuk hidup dari hari ke hari. Menjadi tua tak berarti mereka bisa beristirahat dan bersantai di rumah. Oleh karena itu, Mari kita bantu nek raswi untuk bisa mencukupi kebutuhan hidupnya
1. Klik Tombol Donasi Sekarang
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Dapatkan Laporan Via Email
