Hampir 10 tahun sakit itu menggerogoti tubuh Pak Ahmad (45) seorang guru honorer yang berjibaku dengan sakit yang tak kunjung sembuh. Meski sakit itu seakan akan mengambil nyawanya tapi beliau tetap berjuang mengabdikan dirinya untuk mengajar mencerdaskan murid-murid Madrasah Ibtidaiyah (SD) di kampungnya.

Meski jalannya tertatih Pak Ahmad selalu semangat untuk mengajar, baginya sebagian hidupnya adalah mengabdi. setiap hari beliau berusaha untuk terus menjadi guru yang baik meskipun hanya digaji 300 ribu per bulannya.
"Selain terus berusaha menjadi guru yang baik, Pak Ahmad juga selalu berusaha menjadi ayah yang baik bagi anaknya. Semenjak Istrinya pergi meninggalkannya, Pak Ahmad harus berjuang sendiri meski dengan sakit yang begitu parah.Tangan, Kaki dan tubuh Pak Ahmad tumbuh benjolan-benjolan besar yang semakin banyak dan menyakitkan.
“Sakit, Rasanya seperti dipatuk ular atau bisulan setiap hari. tangan, kaki dan tubuh saya tumbuh benjolan besar, mungkin saat ini cuma muka saya yang belum kena. kalo benjolan itu pecah rasa sakitnya berkali-kali lipat dari biasanya”. Ujar Pak Ahmad"
"Bukan hanya itu, akibat sakitnya jari-jari Pak Ahmad pun mulai kaku dan tak berfungsi. Saat ini hanya 2 jadi kanan yang berfungsi untuk memegang dan menulis saat beraktifitas dan mengajar.
Harusnya Pak Ahmad bisa berobat di RS yang lebih besar dan lengkap peralatannya., Namun Beliau tak punya biaya untuk berobat kesana apalagi profesinya hanya seorang guru honorer yang gajinya hanya 300 ribu perbulan dan harus mengurus anaknya yang masih sekolah."
#Temenbaik, Di tengah zaman yang modern dengan mewah dan sejahteranya para pejabat negeri ini. Ada Kisah kecil yang jarang terlihat yaitu perjuangan Pak Ahmad inspiratif dan juga sangat memilukan.
Klik DONASI SEKARANG Untuk bantu perjuangan Pak Ahmad.
Kamu juga bisa bantu bagikan galang dana ini, agar semakin banyak do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin
