Sejak tahun 1982, Abah Engkus telah berkeliling menjajakan bandros dengan cara dipanggul. Setiap hari, mulai pukul 03.00 dini hari, Abah dan istrinya sudah menyiapkan adonan untuk dijual dari pagi hingga sore. Dengan harga Rp1.000 per potong, Abah hanya bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp100.000–150.000 per hari, itu pun belum bersih.

Dagangan bandros Abah tidak bisa disimpan, karena jika dibesokkan akan terasa asam dan tidak layak jual. Jika ada sisa, biasanya Abah makan sendiri, dibagikan ke tetangga, atau bahkan terpaksa dibuang. Meski begitu, Abah tetap berusaha jujur dan tidak pernah menjual barang yang tidak layak demi menjaga kepercayaan pembelinya.
Dalam perjuangannya, Abah tidak lepas dari cobaan. Dagangannya pernah tumpah karena terpeleset di jalan menurun, bahkan pernah ditabrak kendaraan hingga kompor rusak dan kakinya terluka. Lebih menyakitkan lagi, Abah pernah kehilangan uang Rp140.000 ketika ditinggal sebentar untuk salat, hingga tidak bisa berjualan keesokan harinya. Meski begitu, Abah tetap ikhlas dan memilih bekerja serabutan di kebun orang untuk kembali bangkit.

Di usianya yang sudah senja, Abah masih menanggung istri dan anak bungsu yang kini duduk di bangku kelas 5 SD. Istrinya pun ikut bekerja sebagai kuli tani untuk menambah nafkah, sementara kedua anaknya yang sudah menikah tidak bisa selalu membantu. Dengan kondisi kesehatan yang mulai menurun—mata rabun dan sakit lambung—perjuangan Abah semakin berat.
Meski menghadapi banyak kesulitan, Abah Engkus tetap memiliki mimpi. Ia ingin memiliki gerobak tambahan dan anak buah yang bisa berjualan di daerah lain, sementara Abah tetap berjualan di tempat biasa. Dengan begitu, ia berharap bisa menambah penghasilan untuk keluarga kecilnya.

Kini, Abah membutuhkan uluran tangan kita semua untuk mewujudkan mimpinya dan agar ia bisa terus berjualan tanpa harus menanggung beban seberat ini seorang diri.
1. Klik Doansi Sekarang
2. Masukan Nominal Donasi
3. Pilih Metode Pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
4. Dapatkan Laporan Donasi

Mari kita bantu Abah Engkus, pedagang bandros keliling yang penuh keikhlasan, agar tetap bisa menghidupi keluarganya dan mewujudkan mimpinya.
Ke Rekening Bank Mandiri *****5392 a/n AYO BERDAMPAK BERDAYA
Rencana Penggunaan Dana Pencairan: Dana yang terkumpul akan disalurkan dalam bentuk santunan tunai.