Abah Kiji (71) sudah 25 tahun tinggal sendirian di sebuah gubuk reyot yang kondisinya sudah hampir tak layak ditinggali
Istrinya meninggal saat pandemi, sementara anak-anaknya pergi dan tak pernah kembali. Hanya cucu yang mondok di pesantren sesekali menjenguk Abah.
Untuk bertahan hidup, Abah berjualan kerupuk dan mineral sambil menggebadut keliling.
Keuntungannya hanya seribu, dua ribu rupiah, kadang sampai tidak bisa makan nasi berhari-hari karena dagangannya sepi dan tak punya modal.
Kondisi rumah Abah sangat memprihatinkan, menyatu dengan kandang bebek, lembap, sempit, dan menjadi satu-satunya tempat Abah tidur dan beristirahat.
Yuk Kita Bantu Abah Kiji Hidup Layak Di Usianyaâ¤ï¸

Ke Rekening Bank Mandiri *********9921 a/n Asih Bumi Insani
Rencana Penggunaan Dana Pencairan: Abah Kiji merupakan seorang lansia pejuang nafkah yang sehari-hari bekerja sebagai badut keliling dan berjualan kerupuk demi menyambung hidup. Di usia senjanya, Abah masih harus berjuang sendiri tanpa penghasilan tetap. Saat ini, Abah tinggal di tanah mil