Bantu Juang Lansia Porter Stasiun Yang Sepi Pelanggan Demi Nafkahi Keluarga

Bantu Juang Lansia Porter Stasiun Yang Sepi Pelanggan Demi Nafkahi Keluarga

Rp 35.834.336
terkumpul dari Rp 30.000.000
228 Donatur
0 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 16 January 2026 00:16 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Lentera Saling Berbagi Kebaikan

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

05 November 2025

Gaji tak pasti, beban kerja luar biasa padahal usia sudah senja.

Stasiun kereta menjadi saksi perjuangan Pak Supardi/Pardi (60 tahun)  hidup sebagai porter di Stasiun Bandung, mengayuh sepeda dari tempat tinggalnya dengan jarak tak kurang 26 KM pulang pergi memeras keringatnya bahkan sebelum memulai bekerja menjemput rezeki.

“boleh saya bawakan barang nya pa?.” Tanya Pak Pardi.

Kalimat sederhana pa Pardi dalam menjemput rezeki, kemudian menerima upah dari penumpang yang bersedia barangnya dibawakan dengan tarif yang tidak ia tentukan, hanya berharap kerelaan penumpang memberi besar atau kecil, yang harus pa pardi syukuri karena tak jarang dan lebih banyak penumpang menolak bahkan hanya dengan isyarat gelengan kepala saja.

Karena banyaknya porter, Pak Pardi mendapat giliran bekerja setiap 2 hari sekali dengan jam kerja 24 jam, maka untuk beristirahat meluruskan punggung Pak Pardi harus meminta izin khusus bermalam di masjid beralaskan kardus bekas yang ia dapat toko-toko di area stasiun bersama porter lain karena tidak memungkinkan untuk pulang pergi.

"Cari kerja susah pa, usia gini siapa yang terima? ya syukurin aja." ceritanya

“Kalo ada rizki bapa teh pingin sekali ternak ayam, ini ada 3 ekor klo butuh mau dijual, kalo banyak enak ngurusnya bisa fokus disini ngga jadi porter, cape! belum resiko kecelakaan pas pake sepeda.” lanjutnya

 

Dari kehidupan para porter kita bisa belajar bersyukur. Bagaimana mereka tetap sabar dan menjalani pekerjaannya demi menghidupi keluarga di rumah.

Yuk kita apresiasi perjuangan para porter dengan cara : 

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
  4. Dapatkan Laporan Via Email

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Progress

Yayasan Lentera Saling Berbagi Kebaikan

29 December 2025
Pencairan Dana Rp 7.700.000

Ke Rekening Bank Mandiri *********0300 a/n lentera saling berbagi

Rencana Penggunaan Dana Pencairan: dana akan disalurkan dalam bentuk smebako dan santunan uang tunai yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

23 December 2025 18:17
Rp 100.000
Amin
JADI#SirkelBaik

SEPI PELANGGAN! Bantu Kakek Porter Stasiun Berjuang Demi Hidupi Keluarga!

Yayasan Lentera Saling Berbagi Kebaikan
Telah mengajak 49 orang berdonasi
Rp 1.965.341

Lansia Porter Stasiun Sepi Pelanggan! Bantu Juang Pak Supardi Demi Nafkahi Keluarga

Yayasan Lentera Saling Berbagi Kebaikan
Telah mengajak 35 orang berdonasi
Rp 1.315.000