BANTU LANSIA PENJUAL KELINCI SEBATANG KARA INI BERTAHAN HIDUP!

BANTU LANSIA PENJUAL KELINCI SEBATANG KARA INI BERTAHAN HIDUP!

Rp 20.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
29 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 06 February 2026 06:07 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Kolaborasi Teman Baik

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

05 February 2026

Di usianya yang ke-75 tahun, Abah Ukat menjalani hidup seorang diri. Ia tak pernah menikah dan tak memiliki anak, namun kesendirian itu tak pernah mematikan semangat hidupnya. Setiap hari, ia berjuang dengan pekerjaan apa saja yang bisa ia lakukan memelihara bebek, merawat kelinci, hingga pekerjaan serabutan yang kadang datang, kadang tidak. Penghasilannya tak menentu, kadang dalam sehari ia tak mendapat apa pun. Untuk makan pun sering kali hanya seadanya, atau berasal dari uluran tangan tetangga yang peduli.

 

 

Meski hidup dalam kekurangan, Abah Ukat memiliki hati yang tak pernah kekurangan cahaya. Setiap sore, selepas memeriksa kandang-kandang kecilnya, ia selalu meluangkan waktu untuk mengajar ngaji anak-anak di kampung. Suaranya lembut, penuh kesabaran, seolah ia menitipkan harapan-harapan baik dalam setiap ayat yang ia ajarkan. Tak hanya itu, ia juga dengan sukarela membersihkan mushola dan tempat pengajian, tanpa pernah meminta imbalan sedikit pun. Baginya, selama tubuhnya masih bisa bergerak, ia ingin hidupnya tetap bermanfaat.

 

Namun, di balik ketegaran itu, kondisi rumah Abah Ukat jauh dari kata layak. Lantainya masih berupa tanah, dingin dan lembap. Dapurnya menyatu dengan kandang bebek dan kelinci, sehingga bau ternak dan asap memasak sering bercampur jadi satu. Kamar mandinya pun tak lebih dari aliran air sederhana yang ditutup selembar kain tipis, sebuah jamban seadanya yang menjadi saksi kerasnya hidup yang ia jalani.

 

 

Meski begitu, Abah Ukat tak pernah mengeluh. Setiap hari ia bangun dengan senyum, seakan berkata pada dunia bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari kelimpahan, tapi dari hati yang tetap bersyukur. Dan dalam kesederhanaannya, Abah Ukat menjadi pengingat bahwa hidup yang kecil pun dapat terasa besar ketika dijalani dengan ketulusan.

 

Mari bersama meringankan beban Abah Ukat dan membantu memperbaiki kondisi hidupnya.

Bantuan sekecil apa pun sangat berarti.

Yuk berdonasi, agar Abah Ukat dapat menjalani hari-harinya dengan lebih layak dan nyaman💛 

 

  • Klik “Donasi Sekarang;
  • Masukan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via email.

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Ulfa Affandii

06 February 2026
Rp 20.000
Amin
Yaalloh limpahkan rejeki yg banyak kepada bapa ini aamiin
JADI#SirkelBaik