Bocah Penjual Balon Keliling Tetap Berjuang Demi Ibu Dan Adiknya

Bocah Penjual Balon Keliling Tetap Berjuang Demi Ibu Dan Adiknya

Rp 2.040.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
3 Donatur
29 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 04 February 2026 09:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Bina Mulia Balikpapan

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
DITINGGAL AYAH! Bocah Penjual Balon Berjuang Cari Nafkah dan Biaya Sekolah

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

30 January 2026

“Balon nya Kak dibeli Kak”

 

 

Ucap seorang anak lelaki kecil yang berusaha tegar menawarkan dagangannya

 

Namanya Feri dia merupakan anak pertama 2 bersaudara.

Kesehariannya bekerja sebagai seorang penjual balon keliling bersama ibunya

 

 

Sebuah pekerjaan yang tidak semestinya dilakukan oleh anak seusianya

Feri harus menikmati masa kecilnya dengan cara yang berbeda. Yang seharusnya fokus belajar dan menikmati masa kecil bersama teman sebayanya. Feri harus merasakan kerasnya kehidupan di usia yang sedini ini.

 

 

“Mau bantu-bantu ibu, biar ibu tidak terlalu capek”- Ucap feri dengan senyum ramahnya

 

Hal ini Feri lakukan agar hari itu ia, ibu dan adiknya bisa tetap makan.

Feri hidup bersama ibu dan seorang adeknya. Usai ditinggal pergi oleh sang ayah tercinta.

 

 

Feri menjajakan balon sebagai dagangannya menggunakan sepeda Berkeliling mencari pembeli demi mengais sedikit rupiah. Tidak banyak yang bisa didapatkan, terkadang 15-30 ribu cukup untuk disisihkannya. Namun pernah juga ia dan ibunya tidak membawa pulang uang sama sekali. Entah untuk mengisi kebutuhan perut atau melunasi kontrakan tempat ia menghuni

 

 

Tidak banyak yang bisa dilakukan

Feri kecil bersama ibunya berusaha menjajakan balon kepada pembeli untuk memastikan ia dapat tetap tinggal di kontrakan tempat mereka berteduh. Setiap mendekati tanggal pembayaran, ibu feri terus terbayang-bayang kekhawatiran kalau harus diusir dari kontrakan karena tidak bisa membayar.

“Tiap mendekati akhir bulan ya khawatir mas, kalau gabisa bayar ya diusir. Kalau sampai diusir, kasian anak-anak mas” Ucap Ibu Feri

 

 

Besar pemasukan yang diterima tidak sebanding dengan kebutuhan yang dikeluarkan. Perasaan pilu menyelimuti hari-hari Feri bersama ibu dan adeknya. Ia berusaha keras untuk bisa membayar kontrakan sebelum jatuh pada temponya

 

 

Besar harapan Feri untuk dapat hidup seperti anak – anak umumnya dan tetap bisa fokus belajar, yang terpenting bisa berteduh dengan tenang bersama keluarga tanpa ada rasa resah untuk tidak bisa membayar biaya kontrakannya.

 

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Dapatkan Laporan Via Email

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

04 February 2026 07:56
Rp 20.000
Amin
Semoga Allah selalu menjaga keluarga ini, dan Allah selalu mudahkan hidup feri dan keluarga aamiin